Rumah tersebut milik seseorang berinisial MFD yang bertempat di Desa Panagguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Dalam operasi itu, Polisi Pamekasan melibatkan petugas gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto.
Mulanya Kepolisian Pamekasan, dari penggrebekan menangkap 2 orang pelaku di ruangan khusus hisap sabu dekat surau yang satu area dengan rumah itu.
“Petugas mengamankan barang bukti alat hisap sabu (bong), pipet kecil berbentuk sedotan, dan sebuah plastik putih klip kecil yang berisi sisa sabu,” kata Kapolres Pamekasan.
Tak sampai disitu, petugas terus menyisir seluruh ruangan rumah, kemudian petugas dari Polres Pamekasan berhasil menangkap MFD yang bersembunyi di bawak kasur.
“Saat ditangkap MFD tak memakai baju, petugas juga mengamankan dua poket sabu berbungkus klip kecil yang diakui milik MFD,” ungkapnya.
Lalu, jelas Kapolres Pamekasan, petugas menyita sejumlah tas dari dalam rumah MFD yang dalamnya terdapat puluhan poket sabu siap jual dengan jumlah isi takaran berbeda.
Tak hanya itu, dari hasil penggeledahan di dalam rumah MFD, Polisi juga mengamankan sebuah brankas, sejumlah celurit, sejumlah keris dan pisau.
Bukan itu saja, petugas juga mengamankan sejumlah selongsong peluru dan satu kotak berisi peluru Pistol Air Softgun, sejumlah Hp, dua Handy Talky (HT), kotak perekam CCTV.
“Petugas Kepolisian Pamekasan juga mengamankan mobil Calya warna Silver, dua motor PCX, dua motor beat, dan satu motor Vega Z,” jelasnya.
Usai petugas Tiga orang tersangka ditangkap, AKBP Hendra Eko Triyulianto menemui kerumunan warga yang menyaksikan penggrebekan rumah pemilik sabu tersebut.
AKBP Hendra yang didampingi Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan dan Kasat Sabhara Polres Pamekasan AKP Bambang memberikan edukasi kepada warga setempat agar tidak kecanduan dan mencoba narkoba.
Dia meminta warga setempat agar tidak membela para pelaku penyalahgunaan narkoba saat hendak dilakukan penangkapan.
Dirinya menegaskan ingin menyelamatkan masa depan generasi muda di Desa Panagguan agar tidak terjerumus dan kecanduan narkoba.
“Jangan sampai anak bapak ibu semua terjerumus narkoba, kami ingin menyelamatkan generasi bangsa,” pungkasnya. (Mal)
