Dalam suasana penuh semangat, para dokter muda ini berbagi pengalaman menangani berbagai kasus penyakit nyata di lapangan. Mereka tidak hanya mengulas keberhasilan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap tindakan medis yang telah dilakukan, mulai dari penerapan teori kedokteran, standar prosedur operasional (SPO), hingga kesiapan fasilitas pendukung seperti laboratorium, radiologi, alat kesehatan, dan ketersediaan obat-obatan.
“Di bangku kuliah, kami belajar banyak teori. Namun di RSUD ZUS, kami memahami bahwa dunia nyata kedokteran menuntut lebih dari sekadar teori. Kami harus mengatasi keterbatasan alat, bekerja dalam tim, dan mengambil keputusan cepat di tengah tekanan,” ujar salah satu peserta internsip.
Kegiatan ini dirancang untuk menjadi ajang refleksi, bukan hanya bagi para internsip, tetapi juga bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan medis. Setiap peserta diberikan ruang untuk menyampaikan analisis kasus serta rekomendasi perbaikan, yang diterima dengan antusias oleh Komite Medik dan manajemen rumah sakit.
“Bisa berdiskusi langsung dengan tim senior membuat kami merasa dihargai. Ini membangun kepercayaan diri kami sebagai dokter muda,” tuturnya.
Direktur RSUD ZUS, dr. Mohammad Ardiansyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi para dokter internsip. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen rumah sakit untuk membangun budaya evaluasi berkelanjutan guna mendukung mutu pelayanan yang lebih baik.
“Evaluasi ini menjadi sarana pembelajaran penting, tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk profesionalisme dan kepekaan sosial para dokter muda. Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin di RSUD ZUS,” ujar dr. Ardiansyah.
Para dokter internsip pun mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pengalaman berharga ini. Mereka berharap kegiatan serupa terus berlanjut, sebagai bekal membentuk dokter-dokter masa depan yang profesional, humanis, dan siap menghadapi tantangan di dunia medis.
RSUD dr. Zainal Umar Sidiki terus menegaskan posisinya sebagai rumah sakit rujukan di Gorontalo Utara yang tidak hanya berkomitmen terhadap peningkatan fasilitas, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusianya, khususnya dokter-dokter muda yang menjadi tulang punggung masa depan pelayanan kesehatan. (BYP)
