Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ipda Hendra Abdul Rahman, dan menjadi ruang terbuka bagi warga bersama Bhabinkamtibmas Brigpol Ryan Hermawan untuk menyuarakan keresahan, memberikan masukan, serta menyampaikan informasi seputar keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.
Polisi Turun Langsung, Warga Merasa Dihargai
Dalam sambutannya, Lurah Bulotadaa Barat, Leonardo Baron Lukum, S.Ip., mengaku kegiatan ini adalah momen langka dan membanggakan. Ia menyebut, baru kali ini aparat kepolisian dari Polda Gorontalo benar-benar turun berdialog langsung dengan masyarakat di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga bisa menjadi agenda rutin demi memperkuat sinergi pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah,” ungkap Lurah Leonardo.
Isu Krusial Kamtibmas Mengemuka
Dialog yang berlangsung ringan namun substantif ini mengungkap sejumlah persoalan penting yang menjadi perhatian warga:
-
Desakan pembentukan Polsek Sipatana, karena saat ini wilayah tersebut masih berada di bawah naungan Polsek Kota Utara, sehingga akses pelayanan dinilai belum optimal.
-
Pengawasan rumah kontrakan tanpa identitas jelas, yang rawan disalahgunakan dan perlu pengawasan lebih intensif.
-
Arena sabung ayam ilegal yang dianggap meresahkan warga.
-
Peningkatan peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga kamtibmas lingkungan, yang justru mendapat apresiasi berkat kehadiran aktif Brigpol Ryan Hermawan.
-
Diskusi terbuka tentang solusi kolektif menjaga ketertiban bersama.
Polri Hadir Sebagai Sahabat Masyarakat
Mewakili institusi kepolisian, Ipda Hendra Abdul Rahman menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pendekatan humanis Polri dalam merawat kepercayaan masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Komunikasi dua arah seperti ini sangat penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” jelasnya.
Kopi, Komunikasi, dan Kolaborasi
Kegiatan ditutup dengan diskusi ringan sembari menyeruput kopi, mencerminkan semangat baru Polri dalam menjalin kedekatan yang lebih personal dengan warga. Suasana penuh keakraban ini menjadi bukti bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian bisa dibangun melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan menyentuh.
“Ngopi Bareng dan Himbauan Kamtibmas Mobile” bukan sekadar ajang minum kopi, tetapi jembatan kepercayaan antara rakyat dan aparat — untuk bersama menciptakan wilayah yang aman, tertib, dan harmonis. (***)
