Momen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi perjalanan panjang Gerdayak sebagai salah satu ormas berbasis kultural yang terus berkembang dengan orientasi pelayanan dan pembangunan sosial.
Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, hadir langsung dalam peringatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kiprah Gerdayak sebagai mitra strategis pemerintah.
“Dukungan masyarakat, termasuk Gerdayak, sangat dibutuhkan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan ormas menjadi kunci untuk membangun Kalimantan Tengah ke arah yang lebih baik,” ujar Agustiar.
Ia pun menyampaikan harapan dan ucapan selamat ulang tahun ke-15 kepada seluruh anggota Gerdayak, sebagai bentuk dukungan atas konsistensi mereka menjaga nilai-nilai budaya dan perannya dalam pembangunan sosial.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerdayak Indonesia, Yansen A. Binti, menyambut dengan sukacita kehadiran Gubernur dan para pejabat tinggi daerah dalam acara tersebut. Ia menilai bahwa dukungan pemerintah adalah energi baru bagi organisasi untuk terus berkembang.
“Saya sangat bersukacita karena hari ulang tahun Gerdayak yang ke-15 dihadiri oleh Bapak Gubernur dan jajaran kepala dinas serta instansi di Kalteng,” ujarnya.
Bagi Yansen, ulang tahun ke-15 ini bukan hanya sekadar seremoni. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai titik penting untuk mengevaluasi dan memperkuat peran organisasi dalam melayani masyarakat. Gerdayak tidak hanya hadir dalam kegiatan budaya, tetapi juga memiliki unit-unit kerja nyata seperti drumband, tim rescue pemadam kebakaran, dan satuan pengamanan terbatas yang memberikan layanan sukarela.
“Kami ingin menjadi ormas yang bukan hanya aktif berbicara, tetapi juga aktif bekerja dan membantu masyarakat,” ungkap Yansen.
Menariknya, Gerdayak juga bersuara lantang dalam isu keamanan dan ketertiban sosial. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam menindak tegas ormas-ormas yang terindikasi melakukan tindakan premanisme. Ini menjadi pesan bahwa ormas berbasis adat sekalipun tidak alergi pada modernitas hukum dan tata kelola masyarakat yang tertib.
“Kami mendukung pemerintah untuk menegakkan hukum agar tercipta suasana yang kondusif di wilayah kita,” tegas Yansen.
Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, Gerdayak Indonesia tampil sebagai contoh bahwa organisasi kepemudaan berbasis budaya mampu bergerak adaptif, progresif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai leluhur. Ulang tahun ke-15 ini menjadi tonggak penting bahwa Gerdayak bukan sekadar simbol identitas, tetapi sudah menjelma menjadi aktor pembangunan sosial dan pilar harmoni di Bumi Tambun Bungai. (Nala)
