GORONTALO — Di tengah peningkatan kesiapsiagaan teritorial nasional, Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Suhardi, S.I.P., memimpin langsung operasi peninjauan strategis ke titik awal pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) 824. Didampingi Komandan Korem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, kunjungan kerja ini terfokus pada pemeriksaan kesiapan pra-marshaling area di kompleks bangunan Sekolah Calon Bintara (Secaba) Rindam XIII/Merdeka, Desa Tabongo Barat, Gorontalo, Selasa (03/06/2025).
Kawasan ini bakal menjadi titik konsolidasi awal sebelum penggelaran pasukan, menjadikannya titik vital dalam doktrin mobilisasi kekuatan baru. Kehadiran YTP 824 tidak hanya berfungsi sebagai tambahan kekuatan militer, tetapi juga sebagai benteng pembangunan wilayah strategis di perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia bagian timur.
Dalam briefing lapangan, Mayjen Suhardi menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kelengahan dalam pembangunan satuan baru ini. “YTP 824 bukan sekadar organisasi baru. Ini adalah komponen penting dalam grand strategy pertahanan kita. Kesiapan fasilitas pra-marshaling area menjadi fondasi kekuatan operasional mereka,” tegas Pangdam.
Secara rinci, tim peninjau memeriksa kondisi bangunan, jalur distribusi logistik, sistem komunikasi, serta kesiapan akomodasi prajurit. Pra-marshaling area sendiri memiliki fungsi taktis sebagai staging area sebelum pasukan digerakkan ke titik operasi atau perbantuan wilayah.
Brigjen Hardo Sihotang, selaku komando wilayah, menekankan bahwa seluruh jajaran Korem 133/NW telah menyiapkan segala sumber daya yang diperlukan. “Kami siap mem-back up penuh tahapan pembentukan YTP 824. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal semangat kebangsaan dan loyalitas pada tugas,” ucapnya.
Selain peninjauan fisik, kegiatan ini juga mencakup forum diskusi terbatas antar pimpinan satuan untuk mematangkan strategi integrasi YTP 824 dalam skema pertahanan regional Kodam XIII/Merdeka.
Langkah ini menandai komitmen penuh TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah dari segala ancaman, baik militer maupun non-militer. Dengan hadirnya YTP 824, kawasan Gorontalo dan sekitarnya akan menjadi episentrum baru kekuatan teritorial Indonesia di poros utara Sulawesi. (***)

















