Sebagaimana makna qurban yang berakar dari kata qaruba—yang berarti mendekat—aksi ini menjadi simbol mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus mendekatkan institusi kepolisian kepada hati masyarakat. Tidak hanya sebagai rutinitas tahunan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari kepedulian dan kasih sayang, khususnya kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang merupakan golongan yang sangat dimuliakan dalam Islam.
Penyaluran daging qurban dilakukan langsung oleh personel Biro SDM Polda Gorontalo ke beberapa panti asuhan, di antaranya Panti Ummul Iman dan Panti Asuhan Ummul Mukminin, pada hari Jumat (06/06). Keceriaan dan senyum tulus dari para penghuni panti menyambut kehadiran petugas, menjadi bukti bahwa kepedulian adalah bahasa yang paling mudah dipahami oleh semua kalangan.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. R. Eko Wahyu Prasetyo, S.H., melalui Kabid Humas Kombes Pol Desmont Harjendro A.P., S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan qurban ini merupakan perwujudan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus implementasi nilai-nilai Islam dalam tugas kemanusiaan.
“Melalui momentum Idul Adha, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang ada di panti asuhan. Ini adalah wujud kepedulian Polda Gorontalo untuk selalu hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat,” ujar Kombes Desmont.
Tahun ini, Polda Gorontalo menyembelih sebanyak 25 ekor hewan qurban, terdiri dari sapi dan kambing. Dagingnya dibagikan tidak hanya kepada panti asuhan, tetapi juga kepada kaum dhuafa, mualaf, tukang ojek, petugas kebersihan, dan masyarakat prasejahtera lainnya.
Dalam konteks ibadah, qurban bukan hanya soal penyembelihan hewan, tetapi tentang menyembelih ego, menumbuhkan empati, dan menguatkan ukhuwah. Maka dari itu, kegiatan ini bukan sekadar program sosial, melainkan juga bentuk nyata dari nilai spiritual dan keimanan yang hidup di tubuh Polri.
Polda Gorontalo berharap, melalui kegiatan ini, ikatan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat akan semakin erat, terbangun di atas pondasi kasih sayang, keadilan, dan kebersamaan—sebagaimana spirit Idul Adha itu sendiri: berbagi, berkorban, dan bertakwa. (***)
