Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M, yang bertindak atas nama Presiden Republik Indonesia. Sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-2420 Tahun 2025, keduanya resmi menjabat sebagai pemimpin Kabupaten Gorontalo Utara untuk periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menegaskan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan pernyataan moral dan hukum di hadapan masyarakat dan Tuhan.
“Sumpah ini disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Harus diucapkan dengan kesadaran penuh, keikhlasan, dan kejujuran,” ujar Gubernur dengan nada serius.
Komitmen Bukan Sekadar Janji
Pelantikan ini mempertegas mandat rakyat yang telah diberikan pada Pilkada 2024 lalu. Thariq Modanggu dan Nurjana Hasan Yusuf membawa harapan besar, namun lebih dari itu, mereka membawa beban komitmen: komitmen untuk melayani tanpa pamrih, memimpin dengan integritas, dan mewujudkan pemerintahan yang transparan dan berpihak pada rakyat kecil.
Keduanya selama masa kampanye dikenal menyuarakan keberpihakan pada pelayanan publik yang lebih merata, pembangunan kawasan tertinggal, dan penguatan ekonomi lokal. Kini, komitmen tersebut diuji di lapangan.
Momentum Awal Menjaga Amanah
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat juga dihadiri oleh para kepala daerah se-Gorontalo, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan Penjabat Bupati Gorontalo Utara sebelumnya, Sila Botutihe. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol bahwa komitmen kepala daerah tidak berdiri sendiri, tetapi dibangun dalam sinergi dan kolaborasi.
Tanda jabatan dan surat keputusan yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur menjadi pengingat akan amanah yang melekat: bukan hanya memimpin, tetapi menjaga kepercayaan publik setiap hari.
Komitmen untuk Lima Tahun ke Depan
Dengan pelantikan ini, masa bakti Thariq–Nurjana resmi dimulai. Lima tahun ke depan menjadi masa pembuktian komitmen mereka kepada masyarakat. Tidak hanya dalam wacana, tetapi melalui tindakan nyata: mempercepat pembangunan, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan menjaga kedekatan dengan rakyat.
Kini, harapan telah dititipkan, dan kepercayaan telah diberikan. Komitmen menjadi dasar untuk setiap langkah, dan rakyat menunggu bukti dari janji-janji yang telah diucapkan. (Red)
