Personel Subsektor Wanggarasi Polres Pohuwato langsung turun ke lokasi kejadian begitu mendapat laporan dari warga. Tanpa menunggu lama, mereka dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi terhadap masyarakat dan membantu menyelamatkan barang-barang milik warga yang terendam banjir. Petugas juga mengimbau warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan tinggi guna menghindari jatuhnya lebih banyak korban, mengingat volume air yang terus meningkat.
Desa yang terdampak paling parah dalam kejadian ini adalah Desa Tuweya dan Desa Bahusami. Banjir yang datang mendadak menelan dua korban jiwa, masing-masing seorang perempuan dewasa berinisial AM (42 tahun) dan seorang remaja putri berinisial LTL (15 tahun). Sementara itu, jumlah rumah yang terendam masih dalam proses pendataan oleh aparat gabungan.
Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa jajaran kepolisian selalu berada dalam posisi siaga menghadapi potensi bencana. “Kami setiap ada hujan selalu memerintahkan Polsek jajaran untuk siaga dan membantu warga masyarakat apabila terjadi bencana alam. Kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam situasi darurat adalah bagian dari komitmen kami untuk melayani dan melindungi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres memastikan bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu. “Personel akan terus kami kerahkan lengkap dengan peralatan evakuasi yang diperlukan. Kami juga melakukan koordinasi intensif dengan BPBD, Dinas Sosial, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan pasca-banjir di Kecamatan Wanggarasi,” tegasnya.
Situasi di lokasi hingga Jumat pagi masih dalam pemantauan ketat. Sementara warga terdampak telah diarahkan ke posko darurat yang dibangun di beberapa titik aman di wilayah tersebut. (***)
