Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini menjadi cerminan nyata dari transformasi Polri sebagai pelayan masyarakat. Masyarakat yang hadir dimanjakan dengan berbagai layanan gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelayanan Samsat keliling, hingga pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) tanpa pungutan biaya.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. R. Eko Wahyu Prasetyo, S.H., melalui Kabid Humas Kombes Pol Desmont Harjendro A.P., S.I.K., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk konkret pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.
“Polri ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tapi juga sebagai mitra masyarakat yang aktif menghadirkan kemudahan dan manfaat. Ini adalah wajah pelayanan publik baru yang ingin kami wujudkan,” jelas Kombes Desmont.
Kawasan CFD yang biasanya hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi warga, hari itu menjadi pusat interaksi sosial antara Polri dan publik. Ribuan warga memanfaatkan layanan dengan antusias, membuktikan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin tumbuh melalui pendekatan yang empatik dan solutif.
Kegiatan ini juga merefleksikan nilai-nilai dari konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan) yang terus diarusutamakan dalam pelayanan institusi kepolisian. Tak hanya menjadi alat negara, Polri kini mengambil peran sebagai motor perubahan dalam pelayanan publik yang inklusif dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Sebagai daerah yang dikenal dengan sebutan “Serambi Madinah”, Gorontalo mendapatkan momentum untuk memperkuat harmoni antara masyarakat dan aparat keamanan. Di tengah semangat Hari Bhayangkara, Polda Gorontalo menunjukkan bahwa transformasi kepolisian bukan hanya soal teknologi dan struktur, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih hangat, terbuka, dan berorientasi pada pelayanan. (***)
