Berbeda dari pendekatan administratif konvensional yang cenderung formal dan berjarak, Polri kali ini hadir dalam suasana santai dan inklusif. CFD yang biasanya menjadi ruang masyarakat untuk berolahraga dan bersosialisasi, kini juga menjadi tempat mendapatkan dokumen penting tanpa harus ke kantor kepolisian.
Layanan Gratis, Akses Mudah, dan Proses Cepat
Layanan SKCK gratis ini merupakan bagian dari aksi serentak nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sebagai bentuk konkret dari program transformasi Polri menuju institusi yang Presisi—Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Di Gorontalo, layanan ini disambut antusias, terutama oleh kalangan muda seperti pelajar, mahasiswa, hingga para pencari kerja.
Kombes Pol Desmont Harjendro A.P., S.I.K., M.T., selaku Kabid Humas Polda Gorontalo, menegaskan bahwa penyediaan layanan SKCK gratis ini bukan hanya untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga sebagai wujud nyata pelayanan humanis dari Polri.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir sebagai sahabat, bukan sekadar aparat. Pelayanan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat yang kerap menghadapi tantangan administratif dalam mencari kerja atau melanjutkan pendidikan,” ungkap Kombes Pol Desmont.
Respon Positif dari Warga
Salah satu warga, Rafli (22), mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Polda Gorontalo karena merasa sangat terbantu.
“Biasanya saya harus antre dan membayar biaya tertentu di kantor. Tapi hari ini saya cukup bawa KTP dan foto, langsung jadi SKCK-nya. Ini luar biasa, semoga bisa rutin dilakukan,” tutur Rafli, yang baru saja menyelesaikan kuliah dan tengah mencari pekerjaan.
Membawa Kantor Polisi ke Tengah Masyarakat
Kegiatan ini bukan sekadar pelayanan administratif semata, tetapi juga simbol pendekatan baru Polri yang lebih terbuka, adaptif, dan bersahabat. Dengan turun langsung ke tempat masyarakat beraktivitas, Polda Gorontalo menampilkan wajah Polri yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan siap membantu tanpa batasan birokrasi kaku.
Membangun Relasi Sosial Melalui Layanan
Langkah ini juga menandai pergeseran budaya birokrasi dalam tubuh kepolisian, dari yang sebelumnya sentralistik menjadi lebih partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi objek pelayanan, tetapi juga partner dalam membangun relasi sosial yang sehat dan saling percaya.
Melalui inovasi layanan seperti ini, Polda Gorontalo menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak harus terikat tembok dan meja kantor. Terkadang, cukup dengan sebuah tenda, senyum petugas, dan sistem yang efisien, Polri bisa menciptakan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. (***)
