“Retret ini memberi ruang kontemplasi bagi para pejabat. Tidak sekadar pelatihan teknis, tapi lebih dari itu—retret membuka ruang untuk berpikir ulang, merefleksi peran, dan memperdalam komitmen terhadap pelayanan publik,” ujar Haris, politisi PDIP, Jumat (4/7/2025).
Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini bukan lagi soal administrasi semata, tetapi soal daya saing, kepemimpinan adaptif, serta pemahaman menyeluruh terhadap dinamika sosial dan pembangunan. Ia menilai masih banyak pejabat yang belum menyentuh substansi pengelolaan daerah secara mendalam, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun daerah.
Haris menekankan bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang pembelajaran lintas sektor, yang akan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menyusun kebijakan dan merespons kebutuhan masyarakat.
“Kita butuh pejabat yang tidak hanya paham regulasi, tapi juga memiliki kepekaan terhadap aspirasi rakyat dan visi jangka panjang daerah. Retret ini adalah langkah kecil yang dampaknya bisa sangat besar jika dikelola dengan serius,” tambahnya.
Ia berharap mini retret tersebut menjadi tradisi baru dalam peningkatan kualitas birokrasi di Gorut. Pemerintahan yang efektif dan efisien, menurutnya, hanya bisa diwujudkan dengan aparatur yang punya kesadaran diri, pemahaman menyeluruh, serta komitmen pelayanan.
“Pemerintahan yang kuat dibangun bukan hanya dari sistem, tapi dari manusia-manusia yang punya integritas dan pemahaman mendalam tentang tanggung jawabnya,” pungkasnya. (BYP)
