Kapolsek Paguat, IPTU Kusno Latjengke, S.Kom, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peristiwa bermula dari pesta miras yang digelar oleh tersangka utama berinisial RW alias Bujang bersama sejumlah rekannya. Di tengah pesta tersebut, korban berinisial AM dalam kondisi mabuk mulai memainkan sebilah pisau dan menunjukkan “kebolehannya” di hadapan teman-temannya.
“Melihat korban sudah dalam kondisi cukup tenang, tersangka RW mencoba merampas pisau dari tangan korban. Namun korban melakukan perlawanan sehingga terjadi duel singkat. RW akhirnya berhasil merebut pisau tersebut dan langsung menikam korban di bagian perut sebelah kiri, menyayat alis kanan, dan melukai kaki korban sebelum melarikan diri,” ungkap IPTU Kusno.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Paguat oleh dua rekannya, R dan AS, menggunakan sebuah mobil. Namun dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, mereka melihat tersangka RW yang sedang berboncengan dengan seorang temannya, FW, menggunakan sepeda motor. Tanpa pikir panjang, mereka menyerempet kendaraan pelaku hingga terjatuh dan menabrak kios warga.
“FW berhasil melarikan diri, namun RW tidak sempat kabur. Dia langsung menjadi sasaran amarah Aan Cs yang kemudian melakukan penganiayaan balasan. RW mengalami luka robek di bagian mulut, kepala, dan kaki akibat dianiaya di tempat kejadian,” terang Kapolsek.
Setelah insiden pembalasan tersebut, Aan Cs tetap melanjutkan perjalanan membawa korban ke Puskesmas untuk mendapat perawatan. Sementara itu, seluruh pihak yang terlibat baik pelaku maupun saksi telah diamankan oleh Unit Buser Satreskrim Polres Pohuwato untuk penyelidikan lebih lanjut.
IPTU Kusno menegaskan, konsumsi minuman keras menjadi pemicu utama insiden kekerasan ini. “Kami imbau kepada masyarakat agar tidak lagi mengonsumsi miras, karena efeknya bisa memicu tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.
Pihak kepolisian masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam peristiwa ini dan akan menjerat mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ini juga menjadi peringatan keras tentang bagaimana pesta miras dapat dengan cepat berubah menjadi tragedi. (***)
