Langkah ini menjadi bagian dari program strategis peningkatan sarana dan prasarana yang tengah digalakkan manajemen rumah sakit. Penerangan jalan, meskipun sering kali dianggap sebagai elemen pendukung, nyatanya memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang kondusif, terutama bagi layanan kesehatan yang berlangsung 24 jam.
“Penerangan jalan bukan sekadar soal estetika, tapi ini juga soal keselamatan dan kenyamanan bagi pasien, keluarga yang menunggu, dan tenaga kesehatan yang berjaga hingga malam,” jelas Direktur RSUD ZUS, dr. Mohammad Ardiansyah, kepada awak media.
Menurutnya, kondisi penerangan yang minim sebelumnya sempat dikeluhkan beberapa pasien dan pengunjung, terutama saat malam hari. Kini, perbaikan lampu-lampu di jalan lingkar internal rumah sakit mulai dilakukan secara bertahap agar seluruh area dapat terang dan aman di semua waktu operasional.
“Pembenahan ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam mewujudkan RSUD ZUS sebagai rumah sakit rujukan regional yang humanis, responsif, dan ramah terhadap kebutuhan publik,” tambah Ardiansyah.
Selain perbaikan lampu, pihak rumah sakit juga merancang sejumlah inovasi layanan lain yang akan segera diluncurkan, mulai dari peremajaan ruang tunggu, penataan taman rumah sakit, hingga penambahan titik-titik CCTV untuk meningkatkan keamanan secara menyeluruh.
Langkah-langkah ini menjadi sinyal positif bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya dinilai dari keahlian medis semata, tetapi juga dari seberapa nyaman dan aman lingkungan fasilitas yang diberikan kepada masyarakat.
Dengan pembenahan fasilitas yang terus berjalan, RSUD ZUS menunjukkan komitmen kuat dalam mengangkat standar pelayanan kesehatan daerah. Harapannya, rumah sakit ini tidak hanya menjadi tempat penyembuhan, tetapi juga menjadi ruang yang memberi rasa tenang bagi setiap orang yang datang. (BYP)
