Berbagai elemen penting hadir dalam upacara tersebut: mulai dari jajaran pejabat pemerintahan tingkat provinsi dan kabupaten, tokoh masyarakat, hingga perwakilan instansi vertikal. Tak terkecuali para legislator daerah, termasuk politisi muda dari Partai NasDem, Erlan Audri.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Erlan menilai momen ini bukan hanya sekadar selebrasi, melainkan ajang refleksi atas capaian yang telah diraih kota dalam lintasan hampir tujuh dekade.
“Pemerintah kota telah menunjukkan kinerja yang layak diapresiasi, mulai dari sektor pelayanan publik, ekonomi, hingga infrastruktur. Banyaknya penghargaan yang diraih membuktikan kerja nyata yang dilakukan selama ini,” ungkap Erlan.
Namun, bagi Erlan, pencapaian tak boleh membuat lalai. Ia mendorong agar kesinambungan pembangunan tetap dijaga dan diperkuat melalui sinergi antar lembaga, serta melibatkan peran aktif masyarakat.
Dalam pernyataannya, ia mengangkat konsep Kota “KEREN” — akronim dari Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman — sebagai arah strategis yang merefleksikan harapan baru untuk Palangka Raya.
“Semangat kolaboratif harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan. Kita perlu memperkuat sinergi lintas sektor agar Palangka Raya mampu menjadi kota yang tangguh dan berdaya saing, tanpa kehilangan jati diri,” tuturnya.
Upacara peringatan ditutup dengan penampilan budaya khas Kalimantan Tengah dan prosesi penghormatan kepada sejarah panjang kota yang dirancang sebagai kota modern sejak era Presiden Soekarno.
Peringatan hari jadi kali ini kembali menegaskan bahwa pembangunan bukan sekadar soal kebijakan, tapi tentang kerja kolektif. Bahwa keberhasilan yang diraih Palangka Raya selama ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat.
Momentum ini bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk menatap masa depan dengan semangat yang lebih besar — menjadikan Palangka Raya sebagai kota yang benar-benar “KEREN.” (Nala)
