Azis Latif: Lebih Baik Dokter Spesialis Jemput Bola daripada Menunggu Pasien Datang dari Pelosok

Azis Latif: Lebih Baik Dokter Spesialis Jemput Bola daripada Menunggu Pasien Datang dari Pelosok (Foto: Erik)

Gorontalo – Saya memandang kebijakan Bupati Gorontalo Utara yang menghadirkan dokter spesialis dalam kegiatan pra-Motabi Kambungu di Desa Dudepo bukanlah langkah keliru, melainkan terobosan strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil.

Selama ini, akses masyarakat pelosok terhadap dokter spesialis sangat terbatas karena jarak, biaya, dan waktu tempuh menuju rumah sakit. Dengan menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa, pemerintah tidak hanya menghemat beban biaya dan waktu bagi warga, tetapi juga memberikan kesempatan mereka mendapat pemeriksaan, konsultasi, dan rujukan dini tanpa harus ke pusat layanan kesehatan di kota.

Anggapan bahwa kehadiran dokter spesialis di luar rumah sakit “tidak tepat sasaran” justru kurang melihat sisi manfaatnya. Pemeriksaan oleh dokter umum tentu penting, tetapi untuk kasus-kasus tertentu yang memerlukan keahlian spesialis, masyarakat akan lebih terbantu jika ahlinya turun langsung. Bahkan, kegiatan ini kerap menjadi momen deteksi dini terhadap penyakit yang sulit terdiagnosis tanpa kompetensi spesialis.

Mengenai kekhawatiran terganggunya layanan di rumah sakit, perlu ditegaskan bahwa penugasan dokter spesialis dalam program ini dilakukan secara terjadwal, terukur, dan tidak berlangsung lama. Mekanismenya diatur agar tidak mengorbankan pelayanan pasien yang datang ke RSUD.

Justru, inisiatif ini adalah wujud nyata dari prinsip pemerataan pelayanan kesehatan yang selama ini menjadi tantangan besar daerah-daerah kepulauan dan pesisir seperti Gorontalo Utara. Jika pemerintah hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit, maka masyarakat terpencil akan terus menjadi kelompok yang paling tertinggal dalam layanan kesehatan.

Kritik tentu boleh, namun saya mengajak semua pihak untuk melihat kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat kecil yang sulit menjangkau layanan spesialis. Ke depan, masukan terkait perlengkapan medis dan koordinasi teknis tentu bisa menjadi bahan perbaikan, tapi arah kebijakan ini sudah berada pada jalur yang benar.

“Kehadiran dokter spesialis di Motabi Kambungu justru bukti keberpihakan pemerintah kepada rakyat pelosok. Selama ini mereka harus keluar biaya dan waktu untuk ke rumah sakit, kini layanan terbaik datang langsung ke desa. Kritik boleh, tapi jangan menutup mata pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” tutup Azis Latif (BYP)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version