Keluhan tersebut mencuat setelah sejumlah warga mengunggah video kondisi jalan yang tampak basah, berlumpur, dan dipenuhi material pasir yang diduga berasal dari aktivitas cucian pasir di lokasi tersebut. Unggahan itu pun menjadi perbincangan di media sosial.
Menurut warga, kondisi jalan yang kotor dan licin telah berlangsung cukup lama. Bahkan saat malam hari maupun musim hujan, pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, harus ekstra hati-hati karena khawatir terjadi kecelakaan.
“Kalau dibiarkan terus, jalan bisa licin dan rawan kecelakaan. Selain itu lingkungan sekitar juga menjadi kotor akibat limbah yang tercecer,” ujar salah seorang warga kepada
Yang membuat warga semakin kecewa, persoalan tersebut disebut sudah pernah dibahas di tingkat desa. Pengelola cucian pasir bahkan dikabarkan telah dipanggil ke Balai Desa Sukolilo sekitar dua minggu lalu untuk mencari solusi atas keluhan masyarakat.
Namun hingga kini, warga menilai belum ada perubahan yang signifikan.
“Njeh parah. Penguruse cucian sekitar dua mingguan sudah dipanggil ke bale desa, tapi sampai sekarang tidak ada niat untuk meminimalisir limbah yang jatuh ke jalan. Kondisinya masih tetap konyos-konyos (becek dan berlumpur),” ungkap warga.
Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, usaha cucian pasir tersebut disebut-sebut dikelola oleh seseorang berinisial A yang berasal dari wilayah Kragan, Kabupaten Rembang. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi langsung dari pihak yang bersangkutan.
Warga menegaskan tidak mempermasalahkan aktivitas usaha selama dijalankan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat sekitar. Namun mereka berharap pengelola lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Kalau memang ada izin dan memenuhi aturan, silakan beroperasi. Tapi jangan sampai limbahnya dibiarkan berserakan di jalan dan mengganggu masyarakat,” kata warga lainnya.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kecamatan Bancar, Pemerintah Desa Sukolilo, Satpol PP Kabupaten Tuban, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap aktivitas tersebut.
Warga berharap ada langkah nyata dan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran, sehingga persoalan limbah yang dikeluhkan masyarakat tidak terus berlarut-larut.
Hingga berita ini diterbitkan,
