Informasi ini diungkap oleh salah satu warga kepada awak media, Kamis (31/7/2025). Menurutnya, arena judi tersebut rutin dibuka dua kali seminggu, yakni setiap Jumat dan Sabtu. “Itu yang buka pak dusun sendiri, biasa dipanggil Bapak Wandi. Dia sudah lama begitu, dan bilang aman karena ada ‘bekingan’,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Saat dikonfirmasi, Bapak Wandi tidak membantah. Dengan nada tegas, ia bahkan mengakui akan kembali membuka arena sabung ayam pada akhir pekan ini. Lebih jauh, ia menyebut bahwa dirinya mendapat dukungan dari seorang oknum anggota Polres Luwu berinisial AJ. “Aman saja, pak, karena saya dibackup,” ungkapnya blak-blakan.
Wandi juga mengaku setiap kali membuka arena judi, ia menyetor uang kepada oknum polisi tersebut. Menurut warga, jumlah setoran itu disebut mencapai puluhan juta rupiah, demi memastikan arena perjudian berjalan tanpa gangguan aparat.
Pengakuan ini memicu kemarahan warga. Mereka mendesak Kapolda Sulawesi Selatan, Kabid Propam, dan PAMINAL Polda untuk turun tangan, mengusut tuntas praktik ilegal tersebut dan menindak semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu.
“Kami minta Kapolda bertindak tegas. Kalau memang ada oknum yang bermain di balik ini, harus diusut dan diproses sesuai hukum,” tegas warga.
Praktik judi sabung ayam yang melibatkan aparat maupun pejabat desa dinilai sebagai preseden buruk yang merusak wibawa hukum di daerah. Warga berharap penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tidak terhenti di tengah jalan.
Hingga berita ini ditayangkan, Awak media ini telah menghubungi oknum tersebut melalui telepon selularnya 0878 9*** ***1 tidak diangkat (Tim/Pur)
