Bukan sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi pemerintah, media, dan warga untuk membangun komunikasi tanpa sekat. Di sela langkah santai, diskusi ringan mengalir, termasuk membahas isu strategis yang kini menjadi sorotan: penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
Gubernur Agustiar menegaskan, kebijakan penertiban ODOL di Kalteng bukan hanya soal aturan lalu lintas, tetapi menyangkut keselamatan dan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Permasalahan ODOL di Kalteng ini sudah lama. Setiap aturan yang ditegakkan harus diiringi solusi, agar keselamatan pengguna jalan terjamin dan kesejahteraan sopir angkutan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Dari sisi media, dukungan penuh datang. Direktur Pemberitaan SCTV Palangka Raya, Ririn Binti, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kedekatan yang produktif antara pemerintah dan insan pers.
“Dalam perjalanan santai ini, Gubernur tidak hanya berbicara soal olahraga, tetapi juga visi besar untuk memajukan Kalteng. Komitmen beliau memberantas ODOL sangat jelas, karena dampaknya besar terhadap APBD. Dengan APBD yang sehat, pembangunan bisa berjalan lebih maksimal,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab langsung antara awak media dan Gubernur, memberi kesempatan bagi jurnalis menyampaikan pandangan sekaligus menyerap informasi kebijakan secara langsung.
Melalui momen sederhana ini, terbangun kesadaran bahwa sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan—dari isu keselamatan jalan hingga kemajuan pembangunan Kalimantan Tengah. (Nala)
