Apel dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah se-Kalimantan Tengah. Turut hadir pula Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, H. Agustan Saining, yang menegaskan pentingnya sinergi antarwilayah dan lembaga.
“Kita menjalankan arahan dari pusat, baik dari Kementerian LHK, BNPB, hingga Gubernur. Semua sudah tertuang dalam Perda dan Pergub, dan kami pastikan pelaksanaannya di lapangan sesuai standar. Kawan-kawan KPH dan MPA adalah garda terdepan yang setiap hari bergerak cepat saat ada titik api,” ungkap Agustan.
Meski Kalimantan Tengah dikenal rawan Karhutla karena hampir 30% wilayahnya merupakan lahan gambut, Agustan menyebutkan bahwa rasio luas kebakaran terhadap keseluruhan wilayah masih tergolong kecil. Ini menunjukkan efektivitas koordinasi dan penanganan di lapangan.
Menteri LHK Hanif Faisol menegaskan bahwa apel siaga ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari tindak lanjut atas status siaga darurat yang telah ditetapkan oleh Gubernur Kalteng.
“BMKG mencatat bahwa bulan-bulan ini akan menjadi masa rawan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus kita bangun sejak sekarang. Saya percaya Kalteng mampu mengelola Karhutla secara cepat dan efisien,” kata Hanif.
Ia juga mengingatkan pentingnya penanganan hati-hati terhadap lahan gambut, yang memiliki sifat khas dan berisiko tinggi jika terbakar.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa penanganan Karhutla di Kalteng saat ini berada dalam kondisi relatif terkendali.
“Ada 77 pos pantau yang telah aktif di seluruh wilayah. Seluruh komponen—dari relawan, masyarakat peduli api, Manggala Agni, TNI-Polri hingga BNPB—turun langsung. Kalau eskalasi meningkat, kami siapkan satuan tugas khusus,” ujarnya.
Sebagai wujud dukungan nyata, BNPB dan Kementerian LHK turut menyerahkan bantuan peralatan kepada Pemprov Kalteng, seperti motor Karhutla dua dan tiga roda, pompa jinjing, serta alat pelindung diri untuk petugas lapangan.
Di akhir kegiatan, Kadishut Kalteng H. Agustan Saining memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para petugas yang bekerja di garis depan.
“Mereka ini pahlawan Karhutla yang tak kenal lelah. Setiap titik api yang muncul langsung ditangani. Ini kerja nyata yang patut kita dukung dan beri semangat,” pungkasnya. (Nala)
