Apel siaga yang melibatkan seluruh pejabat utama dan personel dari berbagai satuan kerja ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kesiapan nyata Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa Polri tidak hadir untuk membatasi ruang gerak masyarakat, tetapi justru memastikan kebebasan berpendapat dapat tersalurkan secara aman, tertib, dan berlandaskan hukum. “Pengamanan harus dilakukan dengan pendekatan humanis, persuasif, dan komunikatif. Polri hadir untuk mengawal, bukan membatasi,” ujarnya.
Kapolda juga menekankan agar seluruh pasukan mengedepankan langkah preventif, tetap profesional, dan menjaga citra kepolisian. Menurutnya, keamanan bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga tentang menjamin suasana demokrasi berjalan sehat tanpa mengganggu kepentingan masyarakat luas.
Kegiatan apel siaga ini menjadi simbol bahwa Polda Gorontalo siap berdiri di garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus merawat demokrasi yang beradab di Bumi Serambi Madinah. (***)
