Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah memang tidak ada perkara korupsi di Gorut, ataukah ada kasus yang masih mandek di meja penyelidik tanpa kejelasan?
Aktivis Gorontalo Utara, Ismail Musada, bahkan menyebut diamnya Tipikor Gorut bisa mengikis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. “Kami mendengar ada penanganan kasus pekerjaan jalan tani. Tapi publik sama sekali tidak diberi tahu sejauh mana progresnya. Transparansi ini penting agar publik tidak kehilangan kepercayaan,” tegasnya. Selasa (09/09/2025)
Ia menambahkan, sudah seharusnya Kapolres Gorontalo Utara menjelaskan kepada masyarakat, berapa laporan dugaan korupsi yang masuk dalam dua tahun terakhir dan sejauh mana kasus-kasus itu ditangani.
“Kami para aktivis hanya menegaskan bahwa uang rakyat tidak boleh disalahgunakan. Kalau penegakan hukum diam, publik bisa menilai ada pembiaran. Padahal Presiden Prabowo sudah menegaskan, uang rakyat harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” lanjut Ismail.
Desakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keterbukaan dan konsistensi aparat sangat penting dalam menjaga wibawa hukum. Jika Tipikor terus senyap, maka bukan hanya penegakan hukum yang terancam lumpuh, tetapi juga kepercayaan masyarakat yang makin terkikis. (Rilis)
