Hal itu disampaikan oleh Mahasiswa dan MDW saat melakukan aksi demonstrasi solidaritas peduli perempuan dan anak didepan Mapolres Sampang, Madura, Jawa Timur.
Dimana, dalam catatan massa aksi, ada beberapa kasus kekerasan seksual terhadap anak bawah umur yang telah diketahui publik namun hingga tahun 2025 pelaku tak kunjung tertangkap.
Pertama, kasus pencabulan anak bawah umur di Torjun Sampang, pada tahun 2020 korban berumur 14 tahun dengan 6 pelaku tersisa 2 pelaku belum tertangkap.
Kedua, kasus pencabulan anak bawah umur di Robatal Sampang pada tahun 2022 korban berumur 13 tahun dengan 9 pelaku tersisa 6 pelaku belum tertangkap.
Ketiga, kasus pencabulan anak bawah umur di Camplong Sampang pada tahun 2023 korban berumur 14 tahun dengan 4 pelaku tersisa 1 pelaku beum tertangkap.
Keempat, kasus pencabulan anak bawah umur di Tambelangan Sampang pada tahun 2023 korban berumur 16 tahun dengan 1 pelaku belum tertangkap.
Kelima, kasus pencabulan anak bawah umur di Robatal Sampang pada tahun 2023 korban berumur 9 tahun dengan 1 pelaku belum tertangkap.
Keenam, kasus pencabulan gadis di Robatal Sampang tahun 2025 korban berumur 17 tahun dengan 1 pelaku yang belum tertangkap.
“Data itu hanya sebagian kecil dari kasus kekerasan seksual yang tidak tuntas ditangani Polres Sampang, Diduga masih ada puluhan kasus kekerasan seksual yang mangkrak dibawah meja Polres Sampang,” ucap Juhairiyah orator aksi.
Apalagi kasus serupa di tahun 2025 yang menimpa gadis di Robatal, meski pelaku telah ditetapkan sebagai DPO, massa menduga Polres Sampang terkesan abai.
“Jadi apa saja yang dilakukan Polres Sampang, kok para pelaku kejahatan anak dibiarkan bebas berkeliaran,” Jelasnya.
Daripada itu, Solidaritas peduli perempuan dan anak sampang, juga menilai lambannya kinerja Polres Sampang dalam menangani kasus tersebut, tidak mempunyai hati nurani terhadap korban.
“Kami menuntut segera tangkap para pelaku pencabulan, copot aparat yang terindikasi bermain dakam kasus,” lantangnya Homsah orator lainnya dalam aksi.
Sementara Kapolres Sampang, AKBP Hartono kepada media menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupaya mencari dan menangkap pelaku.
“Kami sangat peduli dan serius dalam menangani kasus ini, kami terus berupaya mencari informasi keberbagai pihak agar dapat menangkap pelaku,” tandasnya. (Mal)
