Peringatan HUT Infanteri ke-80 diawali dengan Bakti Sosial di Panti Asuhan Safaz’Ain, tempat di mana prajurit Satya Tama menunjukkan sisi humanis dan kepedulian mereka. Dengan penuh kehangatan, mereka berbagi rezeki dan kebahagiaan bersama anak-anak panti, menegaskan bahwa prajurit Infanteri bukan hanya penjaga kedaulatan, tetapi juga pelindung dan pengayom bagi masyarakat yang membutuhkan.
Setelah itu, suasana haru dan kekhusyukan menyelimuti kegiatan Doa Bersama yang dilaksanakan oleh seluruh personel Yonif 713/ST sesuai keyakinan masing-masing. Momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang Korps Infanteri yang telah 80 tahun menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Puncak acara berlangsung khidmat di Aula Lembah Baliem Yonif 713/ST, ditandai dengan Syukuran dan Pemotongan Tumpeng sebagai simbol rasa syukur, persaudaraan, dan semangat juang yang tak pernah pudar.
Dalam sambutannya, Danyonif 713/ST Letkol Inf M. Cahyo Nugroho B, S.I.P., menyampaikan pesan penuh makna:
“Di usia ke-80 tahun ini, semoga prajurit Infanteri terus menjadi prajurit yang profesional, modern, dan senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan semangat pengabdian yang tulus.”
Dengan semangat semboyan “Cari, Dekati, Hancurkan,” Korps Infanteri kembali menegaskan jati dirinya sebagai pasukan tangguh yang tak hanya siap menghadapi setiap tantangan pertahanan, tetapi juga menjadi sahabat rakyat dalam setiap langkah pengabdian.
Peringatan ini menjadi bukti nyata bahwa Yonif 713/Satya Tama terus menjaga nyala semangat juang dan kemanunggalan TNI dengan rakyat — dua kekuatan utama yang menjadikan Korps Infanteri tetap prima, tangguh, dan humanis di usianya yang ke-80 tahun.
