Estafet Kepemimpinan IPJI: Dukungan Mengalir, Dr. Kun Wardana Dianggap Sosok Pemersatu

Estafet Kepemimpinan IPJI: Dukungan Mengalir, Dr. Kun Wardana Dianggap Sosok Pemersatu (Foto: Istimewa)

Jakarta — Suasana jelang Musyawarah Nasional (Munas) Ke-V Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) kian menghangat. Dukungan terhadap Dr. Kun Wardana Abyoto sebagai calon Ketua Umum IPJI periode 2025–2030 terus mengalir deras dari berbagai daerah.

Ketua Umum IPJI, Lasman Siahaan SH MH, yang kini menuntaskan masa kepemimpinannya, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan terbuka kepada Dr. Kun. Ia menilai, regenerasi di tubuh IPJI harus dilanjutkan oleh sosok yang tidak hanya memahami dunia jurnalistik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan visi kebangsaan yang kuat.

“IPJI membutuhkan pemimpin yang berkomitmen pada profesionalisme, integritas, dan visi besar untuk membawa organisasi lebih maju. Saya melihat hal itu ada pada Dr. Kun Wardana,” ujar Lasman di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (10/09).

Lasman menegaskan, semangat estafet kepemimpinan adalah bagian dari proses pematangan organisasi. Dengan 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang telah menyatakan dukungan resmi, ia menilai IPJI kini berada di jalur konsolidasi yang matang dan solid.

“Kalau 15 DPW sudah menyatakan dukungan, artinya IPJI benar-benar solid. Tinggal bagaimana kita mengkonsolidasikan langkah bersama agar Munas berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Persiapan Munas Ke-V, Christy, menekankan pentingnya kehadiran seluruh pengurus DPP, OC, dan SC agar pelaksanaan Munas berlangsung sesuai rencana dan mencerminkan semangat kebersamaan IPJI.

Dengan dukungan kuat dari basis daerah serta restu dari Ketua Umum Lasman Siahaan, peluang Dr. Kun Wardana Abyoto untuk menakhodai IPJI lima tahun ke depan semakin terbuka lebar. Figur akademisi dan organisatoris ini dinilai mampu menjadi pemersatu generasi penulis dan jurnalis Indonesia di era digital, membawa IPJI ke arah yang lebih modern, adaptif, dan berdaya saing global. (Nala)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version