Malam Mencekam di Tibawa: Brimob Gorontalo Berpacu dengan Api Selamatkan Rumah Warga

Malam Mencekam di Tibawa: Brimob Gorontalo Berpacu dengan Api Selamatkan Rumah Warga (Foto: Polri)

Gorontalo – Malam yang mencekam menyelimuti Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Api tiba-tiba melalap satu unit rumah warga, mengancam keselamatan lingkungan sekitar. Di tengah kepanikan warga, negara hadir—Personel Satuan Brimob Polda Gorontalo bergerak cepat, berpacu dengan waktu dan kobaran api.

Kebakaran yang menimpa rumah milik Ibu Nurhayati Pakaya pertama kali dilaporkan warga kepada piket Makosat Brimob Gorontalo pada pukul 20.20 WITA. Tanpa menunggu lama, Tim SAR Batalyon A Pelopor bersama personel piket langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.

Satu unit kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) diturunkan. Sekitar pukul 20.30 WITA, personel Brimob tiba di lokasi dan langsung menguasai situasi. Area sekitar diamankan, akses jalan dibuka paksa dari kepadatan warga, dan jalur untuk mobil pemadam dibersihkan demi mempercepat penanganan.

Tak hanya berjaga, personel Brimob terlibat langsung dalam upaya pemadaman awal. Di saat api terus membesar, mereka juga mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kepanikan lanjutan dan memastikan keselamatan warga sekitar tetap terjaga.

Pada pukul 20.35 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Gorontalo tiba di lokasi. Sinergi pun terbangun. Brimob dan petugas damkar bahu-membahu menjinakkan si jago merah hingga akhirnya api berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Setelah lebih dari satu jam berjibaku, tepat pukul 21.45 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan. Situasi dinyatakan aman dan terkendali. Personel Brimob kemudian kembali ke Mako Satbrimob Polda Gorontalo untuk melaksanakan apel konsolidasi sebagai bagian dari evaluasi dan kesiapsiagaan lanjutan.

Sebanyak 14 personel Brimob diterjunkan dalam operasi kemanusiaan tersebut, terdiri dari 10 personel Tim SAR Batalyon A Pelopor dan 4 personel piket Makosat Brimob Gorontalo.

Komandan Batalyon A Pelopor menegaskan bahwa kehadiran Brimob dalam peristiwa tersebut adalah bentuk nyata tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama saat situasi darurat mengancam keselamatan warga.

“Dalam kondisi genting, tidak ada ruang untuk ragu. Kesigapan dan keberanian di lapangan adalah kunci agar api tidak merenggut lebih banyak,” tegasnya. ###

You cannot copy content of this page

Exit mobile version