Menurut Fitri, peristiwa Proklamasi Gorontalo pada 23 Januari 1942 bukan sekadar fragmen sejarah daerah, melainkan bagian penting dari mosaik besar perjuangan nasional Indonesia. Kejadian tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran berbangsa dan bernegara telah tumbuh kuat di Gorontalo jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Ia menegaskan, keberanian Nani Wartabone bersama rakyat Gorontalo kala itu menunjukkan bahwa nasionalisme tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari keberanian melawan penjajahan dengan tekad dan pengorbanan.
“Kita patut bangga, karena dari tanah Gorontalo, Merah Putih telah berkibar dan Indonesia Raya telah dikumandangkan saat sebagian wilayah Nusantara masih berada di bawah kekuasaan penjajah. Ini adalah kekayaan sejarah dan modal sosial yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Fitri, Jumat (23/1/2026).
Lebih jauh, Fitri menekankan bahwa makna patriotisme di era saat ini telah mengalami pergeseran. Jika dahulu perjuangan diwujudkan melalui perlawanan fisik, maka hari ini tantangan hadir dalam bentuk peningkatan kesejahteraan rakyat, pemerataan pendidikan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Ia menggarisbawahi tiga komitmen utama yang harus dihidupkan dengan semangat patriotik masa kini, yakni menjaga persatuan, memperkuat soliditas sosial, dan membangun kolaborasi lintas sektor demi Gorontalo yang maju, adil, dan sejahtera.
“Patriotisme hari ini bisa kita wujudkan dengan mendorong UMKM lokal agar naik kelas, memastikan anak-anak Gorontalo Utara memperoleh akses pendidikan yang setara dan berkualitas, serta menguatkan budaya gotong royong untuk mempercepat pembangunan daerah,” jelasnya.
Sebagai wakil rakyat, Fitri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas, sejalan dengan cita-cita luhur para pejuang 23 Januari.
“Tanggung jawab kami di DPRD adalah memastikan suara rakyat benar-benar didengar dan keadilan sosial dapat dirasakan oleh seluruh warga Gorontalo. Itulah bentuk penghormatan paling nyata atas darah dan keringat para pahlawan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Patriotik 23 Januari tahun ini diharapkan menjadi momentum pemersatu bagi seluruh unsur daerah—baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat—untuk bersama-sama membangun Gorontalo, khususnya Gorontalo Utara, agar semakin maju, berdaulat, dan bermartabat.
