Sejak pagi hari, personel kepolisian telah disiagakan di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas sekaligus menyampaikan pesan keselamatan kepada pengendara, baik roda dua maupun roda empat. Petugas secara langsung mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi kelengkapan kendaraan, memakai sabuk pengaman, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
Kasat Lantas, Kompol Anggoro C. Wibowo, S.I.K., menyampaikan bahwa selain edukasi, pihaknya juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata. Namun, penindakan tersebut tetap dilakukan dengan cara yang humanis dan edukatif.
“Penindakan tetap ada, terutama untuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. Namun kami mengedepankan pendekatan persuasif agar masyarakat lebih sadar, bukan sekadar takut ditilang,” ujarnya.
Menurutnya, Operasi Keselamatan tidak semata-mata bertujuan menindak pelanggar, tetapi lebih kepada membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam berlalu lintas. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.
“Harapannya, melalui operasi ini bisa terbentuk budaya tertib berlalu lintas, sehingga tercipta kondisi jalan yang aman, nyaman, dan lancar bagi semua pengguna,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung Operasi Keselamatan dengan mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya. Keselamatan di jalan, kata polisi, bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama. ###
