Momentum buka puasa bersama yang digelar manajemen bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang spiritual untuk memperkuat ukhuwah dan menyatukan niat dalam pengabdian. Ramadhan dijadikan sebagai titik refleksi, bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tugas profesional, melainkan juga bentuk ibadah yang bernilai pahala.
Direktur RSUD ZUS, Mohammad Ardiansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebersamaan di bulan suci merupakan energi besar untuk memperkuat solidaritas di lingkungan rumah sakit.
“Insya Allah kegiatan ini sudah menjadi rutinitas setiap Ramadhan. Buka puasa bersama ini kami niatkan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah kerja di lingkungan rumah sakit, agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan penuh keikhlasan,” ujarnya.
Ia menekankan, harmoni antarpegawai—baik lintas bagian maupun lintas unit—adalah pondasi penting dalam membangun layanan kesehatan yang profesional sekaligus humanis. Dalam perspektif religi, setiap tindakan medis, setiap sentuhan empati kepada pasien, dan setiap kesigapan tenaga kesehatan adalah bagian dari amal saleh.
“Kami ingin rumah sakit ini tidak hanya menjadi tempat orang berobat, tetapi juga menjadi ladang ibadah bagi seluruh tenaga kesehatan. Ketika niatnya lillahi ta’ala, maka setiap pelayanan akan membawa keberkahan,” tambahnya.
Ramadhan, menurut Ardiansyah, juga menjadi momen untuk memperluas kepedulian sosial. Manajemen RSUD ZUS telah menyiapkan rangkaian kegiatan sosial, termasuk santunan bagi anak-anak panti asuhan yang direncanakan pada 10 hari terakhir Ramadhan—fase istimewa yang diyakini penuh kemuliaan dan keberkahan.
“Insya Allah seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan berbagi dengan anak-anak panti asuhan. Semoga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan bersama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar dengan hadirnya dokter-dokter spesialis baru di RSUD ZUS. Kehadiran tenaga medis tambahan ini diharapkan mampu memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Gorontalo Utara.
“Semoga apa yang kita lakukan ini bernilai ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan buka puasa bersama kemudian ditutup dengan doa yang dipanjatkan penuh khidmat, memohon kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah pelayanan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat adzan Maghrib berkumandang, menandai waktu berbuka dan menyempurnakan kebersamaan dalam balutan iman dan kepedulian. ###
