Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Deddy Dunggio, menegaskan bahwa kehadiran perwakilan pemerintah pusat tersebut tidak boleh berhenti pada agenda simbolik, melainkan harus berujung pada intervensi kebijakan yang konkret dan terukur.
“Kunjungan ini harus menjadi titik awal penguatan program pembangunan, bukan sekadar seremoni. Kami membutuhkan langkah nyata, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, serta pengembangan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan,” ujar Deddy, Kamis (9/4/2026).
Dorongan Transformasi Kawasan Transmigrasi
Dalam perspektif pembangunan nasional, kawasan transmigrasi kini tidak lagi diposisikan semata sebagai program pemindahan penduduk, tetapi sebagai instrumen pengembangan pusat-pusat ekonomi baru. Gorontalo Utara dinilai memiliki prasyarat tersebut, dengan basis sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pengembangan permukiman berbasis wilayah.
Namun demikian, Deddy menyoroti masih adanya kesenjangan antara potensi dan realisasi pembangunan di daerah. Keterbatasan infrastruktur dasar, akses pasar, serta dukungan program lintas sektor menjadi hambatan yang memerlukan keterlibatan aktif pemerintah pusat.
Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci
Deddy menekankan bahwa percepatan pembangunan di wilayah pinggiran seperti Gorontalo Utara tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan orkestrasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam memastikan keberlanjutan program transmigrasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.
Menurutnya, kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi menjadi kanal strategis untuk menyampaikan berbagai aspirasi daerah secara langsung, sekaligus membuka ruang akselerasi program prioritas nasional di tingkat lokal.
Agenda Lapangan dan Dialog Publik
Dalam kunjungan tersebut, Viva Yoga Mauladi dijadwalkan melakukan peninjauan sejumlah kawasan transmigrasi serta berdialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Agenda ini dinilai krusial untuk memperoleh gambaran faktual terkait kondisi lapangan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat transmigran.
Pendekatan berbasis data lapangan ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih presisi, sekaligus memperkuat arah transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Catatan Redaksi: Kunjungan pejabat pusat ke daerah kerap kali menjadi indikator awal perhatian pemerintah terhadap wilayah pinggiran. Namun, efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh tindak lanjut kebijakan dan konsistensi implementasi program di lapangan. Gorontalo Utara kini berada pada titik krusial—antara potensi besar yang belum optimal dan peluang percepatan pembangunan yang menunggu realisasi.
