Di Balik Meja Farmasi RSUD ZUS: Ketelitian yang Menjaga Harapan Pasien

Di Balik Meja Farmasi RSUD ZUS: Ketelitian yang Menjaga Harapan Pasien (Foto: Dok Ilustrasi)

Gorontalo Utara – Di ruang instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS), denyut pelayanan bukan sekadar soal kecepatan, tetapi tentang kepedulian yang bekerja dalam diam. Setiap resep yang diterima bukan hanya lembaran kertas, melainkan titipan harapan pasien yang menunggu kepastian sembuh.

Para petugas farmasi menjalankan tugas dengan penuh ketelitian dan empati. Di tengah ritme kerja yang cepat, mereka tetap menjaga fokus, memastikan tidak ada kesalahan dalam setiap tahapan—mulai dari penerimaan resep, penyiapan obat, verifikasi, hingga pendistribusian. Di balik proses yang tampak teknis, ada sentuhan kemanusiaan yang menjadi fondasi utama pelayanan.

Penataan obat yang rapi dan sistematis bukan hanya soal efisiensi kerja, tetapi juga bentuk tanggung jawab agar setiap pasien mendapatkan obat yang tepat, dalam waktu yang tidak berlarut. Setiap detik yang dihemat menjadi berarti, terutama bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit.

Direktur RSUD ZUS, Mohammad Ardiansyah, menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus dibangun di atas nilai kemanusiaan, bukan semata prosedur.

“Bagi kami, pelayanan bukan hanya tentang sistem yang berjalan baik, tetapi bagaimana setiap pasien merasa diperhatikan dan dilayani dengan sepenuh hati. Ketepatan dan keselamatan adalah kewajiban, namun empati adalah ruh dari pelayanan itu sendiri,” ujarnya.

Upaya pembenahan yang dilakukan RSUD ZUS hari ini menjadi cerminan dari komitmen yang lebih besar: menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Sebab pada akhirnya, pelayanan terbaik adalah yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus harapan bagi setiap pasien yang datang.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version