Korem 133/Nani Wartabone Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Tegaskan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati untuk Indonesia

Korem 133/Nani Wartabone Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Tegaskan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati untuk Indonesia (Foto: Penrem)

GORONTALO – Komando Resor Militer (Korem) 133/Nani Wartabone menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Lapangan Makorem 133/NW, Kabupaten Gorontalo, Rabu (28/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan Kasrem 133/NW, Kolonel Inf. Parsaoran Sirait, S.A.P., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara, diikuti prajurit TNI serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Korem 133/NW.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, yang menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang lahir dari ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kasrem membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Menurut Menpora, Sumpah Pemuda bukan sekadar catatan sejarah, melainkan komitmen kolektif generasi muda untuk terus merawat Indonesia sebagai satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Menpora menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya diukur dari pesatnya pembangunan infrastruktur, kemajuan teknologi, maupun pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, kemajuan bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.

“Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian amanat Menpora yang dibacakan Kasrem.

Dalam amanat tersebut, Menpora juga mengajak generasi muda untuk menjadikan tiga nilai utama sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai pertama adalah patriotik, yakni mencintai Indonesia melalui karya, pengabdian, dan tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Nilai kedua adalah gigih, yaitu memiliki daya juang tinggi, pantang menyerah menghadapi tantangan, serta terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. Sementara nilai ketiga adalah berempati, yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama dan semangat gotong royong sebagai bagian dari karakter bangsa Indonesia.

Menpora mengingatkan bahwa ketiga nilai tersebut tidak dapat dipisahkan dalam membangun Indonesia yang maju.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ujar Menpora dalam amanatnya.

Mengakhiri sambutannya, Menpora mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, serta mengambil peran sebagai generasi yang siap memimpin sekaligus melayani masyarakat.

Dengan semangat Hari Sumpah Pemuda ke-98, pemerintah berharap lahir generasi muda yang mampu menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, dan menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia di masa depan.

Upacara di Makorem 133/Nani Wartabone menjadi salah satu bentuk komitmen TNI dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, memperkuat semangat persatuan, serta mengajak generasi muda untuk terus mengisi kemerdekaan melalui karya, dedikasi, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version