Dalam sambutannya, H. Agustiar Sabran menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat untuk menjaga serta melestarikan adat Dayak. Ia menyoroti peran falsafah Huma Betang dalam memperkuat persatuan di tengah keragaman masyarakat Dayak. “Organisasi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah harus memiliki spirit yang sama untuk mengangkat harkat dan martabat suku Dayak dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Agustiar Sabran.
Lebih lanjut, Agustiar juga menekankan pentingnya menjaga hak-hak masyarakat adat Dayak dan menyelesaikan sengketa atau konflik dengan pendekatan falsafah Huma Betang. Hal ini, menurutnya, sangat krusial untuk memajukan Kalimantan Tengah tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
Dalam konteks musyawarah, Agustiar berharap agar pemimpin TBBR yang terpilih mampu mengangkat martabat masyarakat Dayak dan membawa pemikiran yang mendorong kemajuan Kalimantan Tengah. “Siapapun yang terpilih harus memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjaga kearifan lokal serta mampu memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan daerah,” jelasnya.
Agustiar Sabran juga memberikan penghormatan khusus kepada Panglima Jilah, yang menurutnya merupakan sosok pemimpin pemberani yang telah banyak membela hak-hak adat dan budaya Dayak di Kalimantan. Ia menyebut Panglima Jilah sebagai panutan dan inspirasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat adat Dayak di Pulau Borneo.
Di sisi lain, sebagai Ketua DAD Kalteng, Agustiar Sabran turut mendorong pemerintah untuk fokus pada pembangunan infrastruktur pedesaan. Menurutnya, peningkatan infrastruktur di pedesaan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut. Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di pedesaan agar masyarakat lokal dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan mereka.
“Pengembangan infrastruktur dan SDM di pedesaan harus menjadi prioritas, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutup Agustiar Sabran, yang juga menyatakan siap maju sebagai calon gubernur Kalteng periode 2024-2029.
Musyawarah Wilayah II TBBR diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik dan terus menjaga serta melestarikan nilai-nilai luhur masyarakat adat Dayak di Kalimantan Tengah. (Nala)
