Dheninda Chaerunnisa; Pemuda Harus Terlibat dalam Pilkada Gorut 2024

Pemuda Pemudi Gorontalo Utara Saatnya Ambil Peran dalam Pilkada 2024

Dheninda Chaerunnisa; Pemuda Harus Terlibat dalam Pilkada Gorut 2024 (Foto: Tim)

, Gorontalo Utara – Peran aktif pemuda dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) 2024 sangat penting untuk menentukan pemimpin yang akan memimpin daerah ini selama lima tahun ke depan. Pesan ini disampaikan oleh Dheninda Chaerunnisa, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorut yang termuda, dalam orasi politiknya pada kampanye dialogis pasangan calon Roni-Ramdhan (Romantis) di Desa Titidu, Kecamatan Kwandang, pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Dheninda mengajak generasi muda Gorut untuk menyalurkan hak suaranya dengan memilih pasangan calon nomor urut 1, Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey, pada tanggal 27 November 2024. “Saya mengajak anak-anak muda di Kecamatan Kwandang untuk semua memilih Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey, paket Romantis, nomor urut 1,” serunya dengan semangat.

Sebagai legislator termuda di usia 23 tahun, Dheninda menekankan pentingnya suara pemuda dalam menentukan masa depan daerah. Ia mengingatkan agar para kawula muda tidak golput, karena satu suara dapat sangat berarti dalam menentukan nasib daerah. “Kita perlu memilih pemimpin muda yang memiliki semangat dan visi untuk kemajuan daerah. Saat ini, anak muda telah mendapatkan kepercayaan di berbagai level pemerintahan, termasuk posisi Wakil Presiden RI dan DPRD Gorut,” ujarnya.

Dheninda menegaskan, “Wakil Presiden RI kita adalah anak muda. Di DPRD Kabupaten Gorontalo Utara juga ada saya, anak muda. Maka, Wakil Bupati kita juga harus anak muda.”

Dalam orasinya, Dheninda juga memberikan edukasi terkait maraknya informasi yang menyesatkan di media sosial. Ia mengkritisi berbagai hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada pasangan calon Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey. “Di media sosial, banyak status yang berisi hujatan dan fitnah. Mereka memfitnah Roni Imran dengan tuduhan ijazah palsu. Namun, bukan ijazah Roni yang palsu, melainkan janji-janji mereka lima tahun lalu yang tidak terbukti,” tegas Dheninda.

Ia juga menanggapi isu yang dialamatkan kepada calon Wakil Bupati Ramdhan Mapaliey terkait tuduhan LGBT. Dheninda dengan tegas membantah tuduhan tersebut. “Mereka menuduh calon Wakil Bupati kita yang ganteng ini LGBT. Banyak masyarakat yang bertanya kepada saya tentang informasi ini. Maka, saya tegaskan di sini bahwa informasi itu bohong. Mereka tidak memiliki bukti atas tuduhan tersebut,” ungkapnya dengan berapi-api.

Dheninda menantang pihak-pihak yang menyebarkan fitnah untuk menunjukkan bukti atas tuduhan mereka. “Dosa orang yang memfitnah akan terus mengalir selama orang yang difitnah memilih diam. Maka, saya sampaikan hari ini bahwa dosa mereka mengalir, selama orang yang mereka fitnah itu diam,” tambahnya.

Dengan semangat juang yang tinggi, Dheninda Chaerunnisa menutup orasinya dengan seruan untuk memilih pemimpin yang tepat: “Untuk itu, pilihlah pemimpin seperti Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey.”

Dengan pesan ini, Dheninda berharap pemuda Gorut dapat lebih aktif dan berperan dalam proses demokrasi demi masa depan yang lebih baik. (red)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version