Dalam debat yang mengusung tema ekonomi berkelanjutan, para paslon tidak hanya diuji kemampuan berbicaranya, tetapi juga dihadapkan pada berbagai pertanyaan yang menuntut solusi konkret terhadap isu-isu krusial. Keseriusan dan kesiapan mereka dalam memimpin Kalimantan Tengah sangat dipertaruhkan di sini.
Pasangan calon nomor urut 2, Nadalsyah (Koyem) dan Supian Hadi (SHD), memberikan tanggapan positif setelah debat. Koyem mengapresiasi kelancaran acara dan menilai bahwa semua paslon berhasil memberikan jawaban yang substansial sesuai tema yang dibahas. “Debat ini memungkinkan kami untuk menunjukkan kesiapan dan komitmen dalam menjawab tantangan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Supian Hadi menambahkan bahwa debat ini disaksikan oleh berbagai elemen masyarakat melalui siaran langsung, sehingga masyarakat dapat menilai calon pemimpin yang paling siap berinteraksi dan memahami kebutuhan mereka. “Pemimpin yang cakap dan inovatif sangat dibutuhkan untuk membangun Kalteng ke depan,” ungkapnya.
SHD juga menyoroti pentingnya kehadiran pemimpin di lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Ia menekankan bahwa masalah kemiskinan dan pengangguran sering kali disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan, dan pemerintah harus hadir dengan solusi nyata. “Kami berkomitmen untuk membuka lapangan kerja demi meningkatkan perekonomian desa,” jelasnya.
Koyem menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi fokus utama pemerintah. Ia percaya bahwa masyarakat akan lebih mampu berkontribusi dalam pembangunan jika mendapatkan kesempatan dan dukungan yang adil. “Tingkat kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh kurangnya usaha, tetapi juga karena terbatasnya peluang kerja,” tambahnya.
Dalam konteks pemerataan pembangunan, SHD menekankan perlunya distribusi program bantuan sosial yang lebih adil antara wilayah perkotaan dan pedesaan. “Kami ingin masyarakat desa juga merasakan manfaat program pemerintah, bukan hanya masyarakat kota,” tegasnya.
Dengan pengalaman sebagai mantan bupati, Koyem dan SHD percaya bahwa mereka dapat membawa perubahan signifikan bagi Kalteng. Mereka berharap masyarakat dapat melihat siapa pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga siap memberikan solusi nyata bagi masalah yang dihadapi.
Debat publik ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kalteng untuk menilai calon pemimpin yang dapat membawa kesejahteraan dan perubahan. Dengan tema ekonomi berkelanjutan, debat ini diharapkan memberikan gambaran jelas tentang kemampuan dan visi para paslon dalam mewujudkan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. (Nala)
