“Alhamdulillah, ini adalah hasil perjuangan kolektif dari banyak pihak, termasuk para aktivis, media, tokoh masyarakat, dan teman-teman di grup ‘Kase Bae Gorut’ yang selalu mendukung dan memperjuangkan hak guru. Pada malam ini, pukul 23.12 WITA, kami pastikan 845 guru telah masuk dalam proses final pencairan,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan bahwa dokumen SP2D telah diterbitkan, dan Standing Instruction (SI) sudah diserahkan kepada Bank Sulut cabang Kwandang. Saat ini, proses verifikasi data tengah berlangsung untuk mencocokkan informasi dengan jumlah dana yang diterima oleh masing-masing guru.
“Dapat kami pastikan, sebelum matahari terbit di tanggal 1 Januari 2025, dana sertifikasi tersebut akan masuk ke rekening masing-masing guru. Kami memahami beban kerja pihak Bank Sulut cabang Kwandang karena jumlah penerima yang mencapai 845 orang memang tidak sedikit, namun seluruh proses sudah berada di jalur yang benar,” jelasnya.
Dr. Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bahu-membahu memperjuangkan hak para guru, khususnya dalam menghadapi tantangan administrasi dan teknis.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh aktivis, media, dan rekan-rekan yang menunjukkan komitmen besar untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di Gorontalo Utara. Semoga kerja keras ini menjadi penyemangat untuk terus memperjuangkan hak-hak lain, seperti isu ASN PPPK yang masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tambahnya.
Ia pun meminta masyarakat dan para guru untuk bersabar jika terdapat sedikit keterlambatan akibat proses verifikasi data. Namun, ia memastikan bahwa dana sertifikasi sudah aman di Bank Sulut dan siap ditransfer dalam waktu dekat.
“Sekali lagi, kami dari PGRI Gorut menyampaikan apresiasi mendalam untuk semua pihak yang terlibat. Ini adalah langkah maju untuk memastikan kesejahteraan guru yang merupakan ujung tombak pendidikan,” tutup Irwan. (BYP)
