“Sebagai wakil rakyat dari Dapil Gentuma, saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Terlebih lagi, YSS masih remaja dan tentunya ini menjadi pukulan berat bagi keluarganya yang harus mengawali tahun dengan kehilangan anak perempuan mereka,” ujar Dedi Dunggio.
Dedi menyoroti lokasi penemuan korban yang dinilai tidak wajar. Tempat tersebut biasanya hanya dilalui oleh petani atau warga yang menggembalakan hewan ternak, sehingga relatif sepi. Selain itu, kondisi korban saat ditemukan cukup memprihatinkan, menambah dugaan bahwa ada hal yang tidak biasa dalam peristiwa ini.
“Apapun dugaan yang berkembang, kita tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah. Namun, sebagai masyarakat, kita mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran dan memastikan kasus ini mendapat kejelasan,” tambahnya.
Selain itu, Dedi juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi saat ini juga memberikan pengaruh besar terhadap pola pergaulan dan keselamatan anak-anak.
Polisi Serius Lakukan Penyelidikan
Kapolres Gorut, AKBP Andik Gunawan, melalui Kasi Humas Polres Gorut, Iptu Mat Tharib, menegaskan bahwa pihaknya serius dalam menangani kasus ini. Saat ini, tim penyelidik masih bekerja untuk mengungkap penyebab kematian YSS.
“Tim kami sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Kasat Reskrim bersama tim INAFIS dan anggota Polsek Atinggola telah mengumpulkan bukti serta mencari petunjuk guna mengungkap kasus ini,” ungkap Iptu Mat Tharib.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam tahap penyelidikan. Kepolisian berjanji akan bekerja maksimal untuk mengungkap kebenaran dan memberikan kejelasan kepada keluarga korban serta masyarakat Gorontalo Utara. (Red)
