Tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan di rumah sakit, RSUD ZUS juga mengambil peran langsung di lapangan dengan bergabung bersama organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, instansi terkait, hingga masyarakat dalam aksi bersih-bersih pascabencana.
Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada pembersihan lingkungan terdampak, mulai dari ruas jalan yang dipenuhi lumpur, saluran drainase yang tersumbat, fasilitas umum, hingga kawasan permukiman warga. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat normalisasi lingkungan setelah diterjang bencana.
Bagi RSUD ZUS, pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara soal pengobatan, tetapi juga langkah preventif guna menghindari ancaman penyakit yang berpotensi muncul akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis.
Direktur RSUD ZUS Gorontalo Utara, Mohammad Ardiansyah, mengatakan bahwa menjaga kebersihan lingkungan setelah bencana menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat.
“Pasca bencana, risiko penyakit biasanya meningkat akibat lingkungan yang belum bersih. Karena itu, kami hadir tidak hanya dari sisi pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung aksi kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat dinilai mampu mempercepat proses rehabilitasi sekaligus membangun optimisme warga untuk bangkit.
Gerakan Mopoberesi Kambungu sendiri menjadi simbol kepedulian bersama dalam menghadapi dampak bencana. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga memperkuat solidaritas sosial antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kembali kondisi wilayah yang terdampak.
Melalui keterlibatan seluruh elemen, diharapkan Kecamatan Biau dapat segera pulih, sementara kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan terus meningkat sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit pascabencana.
