Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gorontalo Utara, program pembagian makan bergizi gratis yang diduga dilaksanakan oleh Yayasan Rumah Nurul Ilmi di Kecamatan Kwandang menuai sorotan. Pasalnya, program sosial ini dikemas dalam bingkisan berwarna kuning, yang identik dengan salah satu partai pengusung calon bupati tertentu.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya berharap agar program tersebut benar-benar murni sebagai bantuan sosial tanpa muatan politik.
“Makan bergizi gratis yang dibagikan kepada anak-anak sekolah ini seharusnya tidak melibatkan unsur atau simbol politik tertentu, terutama di tengah tahapan PSU,” ujarnya pada Kamis (6/3/2025).
Pemerhati Politik Gorontalo Utara, Tutun Suaib, turut menyoroti persoalan ini. Ia mempertanyakan apakah program makan gratis yang merupakan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto memang sudah berjalan sebagai program bantuan resmi.
“Apakah program makan gratis Presiden RI Prabowo Subianto sudah menjadi program bantuan makan gratis? Jangan dipolitisasi program Presiden,” tegas Tutun Suaib.
Ia mengingatkan agar program nasional tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu, terutama dalam konteks Pilkada Gorontalo Utara.
Warga pun meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gorontalo Utara untuk segera menindaklanjuti dugaan adanya unsur politik terselubung dalam program sosial ini.
“Kami meminta agar Bawaslu jangan hanya tutup mata,” tambah warga tersebut.
Sebagai informasi, program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pemerintahan periode 2024-2029. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, mengurangi angka stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Rumah Nurul Ilmi maupun Bawaslu Gorontalo Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan keterlibatan simbol politik dalam program tersebut. (Rls)
