Audit klinis yang dilakukan secara rutin setiap enam bulan ini dihadiri oleh seluruh Tim Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) RSUD dr. Zainal Umar Sidiki, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi, serta tim dari Kementerian Kesehatan dan Tim Ahli Klinis TBC Kementerian Kesehatan yang turut bergabung secara daring. Evaluasi ini bertujuan untuk meninjau efektivitas layanan, mengidentifikasi tantangan, dan menyusun strategi peningkatan pelayanan agar RSUD semakin responsif terhadap kebutuhan pasien TB-RO.
Dalam kesempatan ini, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki memaparkan berbagai pencapaian, termasuk peningkatan fasilitas ruang isolasi khusus bagi pasien rawat inap TB-RO. Fasilitas ini merupakan wujud kepedulian rumah sakit dalam menciptakan lingkungan perawatan yang aman dan kondusif, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
Namun, audit juga mengungkap tantangan dalam pemeriksaan kontak pasien, khususnya terkait dengan rendahnya tingkat penerimaan Obat Pencegahan Tuberkulosis (TPT) oleh keluarga pasien. Beberapa anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB-RO masih enggan untuk menjalani pengobatan pencegahan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi RSUD, yang berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya langkah pencegahan dalam pengendalian TBC.
Sebagai solusi, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit akan memperkuat kerja sama dengan petugas TBC di puskesmas dalam memberikan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih persuasif dan berbasis bukti medis, RSUD bertekad untuk meningkatkan kepatuhan keluarga pasien terhadap program pencegahan.
Audit klinis ini menjadi bukti nyata dari dedikasi RSUD dr. Zainal Umar Sidiki dalam menangani TB-RO secara komprehensif. Tidak hanya fokus pada pengobatan, RSUD juga mengedepankan edukasi dan pendekatan preventif bagi keluarga pasien. Dengan langkah-langkah inovatif dan sinergi lintas sektor, RSUD terus berusaha memberikan layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya bagi masyarakat Gorontalo Utara. (***)
