Direktur RSUD dr. Zainal Umar Sidiki, dr. Mohammad Ardiansyah, menegaskan bahwa membangun lingkungan kerja yang profesional dan bebas dari korupsi adalah prioritas utama. Menurutnya, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam bekerja.
Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah pernyataan Asisten I Pemda Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, yang menyoroti pentingnya sinergi antara rumah sakit dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan bebas dari penyimpangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan fasilitas kesehatan berjalan dengan sistem yang bersih dan transparan.
“Pelayanan kesehatan yang profesional tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan kerja sama yang erat antara rumah sakit dan pemerintah daerah agar kebijakan yang diterapkan benar-benar mendukung transparansi dan akuntabilitas. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita jaga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam upaya menciptakan pelayanan publik yang bersih, setiap elemen, baik tenaga kesehatan maupun pemangku kebijakan, harus berkomitmen untuk menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara, Zam Zam Ikhwan, yang memberikan penguatan kepada para pegawai mengenai pentingnya menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa praktik korupsi dalam bentuk apa pun dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama, di mana suasana penuh kebersamaan terlihat jelas. Selain menjadi ajang silaturahmi, momen ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai tantangan dan upaya peningkatan pelayanan di rumah sakit.
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan kerja sama antara RSUD dan pemerintah daerah semakin erat, serta budaya anti korupsi semakin kuat dalam setiap aspek pelayanan kesehatan di Gorontalo Utara. (BYP)
