Gorontalo Utara – Konstelasi politik menjelang Pemilihan Suara Ulang (PSU) Gorontalo Utara pada 19 April 2025 semakin dinamis. Salah satu perkembangan paling signifikan adalah bergabungnya tokoh kultural dan politik lokal, Pasisa Halimu, bersama Timnya, yang pada Pilkada 2024 sukses mengantar Paket IRIS di kabupaten Bone Bolango, ke dalam barisan pemenangan Paket Romantis (Roni Imran – Ramdhan Mapaliey).
Keputusan tersebut disampaikan oleh Jefry Polinggapo (JP), perwakilan Tim Romantis, dalam keterangannya kepada media pada Senin (07/04/2025). Ia menyebut bahwa langkah Pasisa adalah sinyal politik penting yang menunjukkan pergeseran dukungan dari tokoh-tokoh berpengaruh di basis akar rumput.
“Bergabungnya Pasisa Halimu dan Timnya bukan hanya menambah kekuatan dukungan, tapi juga mengubah peta strategi di lapangan. Ini adalah aliansi politik yang dibangun atas dasar kesamaan visi, bukan transaksional,” ujar Jefry.
Pertemuan strategis yang berlangsung malam sebelumnya menghasilkan komitmen penuh dari Pasisa Halimu untuk aktif dalam kerja-kerja pemenangan. Bahkan, Pasisa menyatakan kesiapan untuk menghadapi kekuatan lawan yang selama ini disebut-sebut ditopang oleh figur donatur besar.
“Siap bergabung bersama Tim Romatis” ujar Pasisa dalam pertemuan tersebut, dengan perbedaan suara sangat jauh 12 ribu sekian artinya ada 11 isi kepala masyarakat Gorontalo Utara pasti tidak mau money politik demi memperbaiki Demokrasi, apalagi money politik sangat berbahaya, seperti dikutip Jefry. Pernyataan ini diyakini sebagai pesan politik yang mengarah pada penolakan terhadap dominasi politik uang dalam proses demokrasi lokal.
Langkah Pasisa Halimu juga dipandang sebagai bentuk konsolidasi kekuatan politik berbasis kultural dan sosial. Kehadirannya di undangan Halal Bihalal yang digelar dr. Rizal Alaydrus di Gentuma hari ini merupakan bagian dari agenda memperkuat jaringan antarfigur berpengaruh yang selama ini menjadi simpul kekuatan Romantis.
“Pasisa membawa simbol resistensi terhadap hegemoni kekuasaan yang dibangun dengan dana besar. Ia menjadi bagian dari gerakan yang mengedepankan nilai, integritas, dan kepercayaan rakyat,” tambah Jefry.
Dengan bergabungnya Pasisa Halimu, Tim Romantis dinilai berhasil memperluas koalisi politik lintas komunitas. Hal ini semakin mempertegas bahwa PSU kali ini bukan hanya kontestasi ulang, tapi pertarungan besar antara dua pendekatan: politik nilai dan politik modal. (Red)

















