Tak tanggung-tanggung, lahan yang diberikan secara sukarela itu memiliki estimasi nilai mencapai Rp400 juta jika diuangkan. Namun bagi warga, nilai materi bukanlah ukuran. Yang terpenting, pembangunan infrastruktur jalan ini akan membuka akses yang selama ini sulit dijangkau dan membawa harapan baru bagi mobilitas dan perekonomian desa.
Pelaksanaan TMMD ini turut diawasi dan mendapat apresiasi dari Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI yang dipimpin oleh Marsda TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M., Aspotdirga Kasau. Dalam kunjungannya ke lokasi TMMD pada Rabu (14/5/2025), ia menyampaikan rasa hormatnya kepada warga yang begitu berjiwa besar.
“Saya sangat mengapresiasi ketulusan masyarakat Ombulodata. Memberikan lahan tanpa pamrih demi kepentingan bersama adalah contoh nyata semangat gotong royong dan cinta tanah air,” ujar Marsda Palito.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-124, Letkol Inf Rayner D.R. Wajong, menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan salah satu sasaran fisik utama program TMMD tahun ini, yang didukung oleh anggaran gabungan TNI dan Pemerintah Daerah sebesar Rp1,3 miliar.
“Semua kegiatan kami jabarkan secara transparan. Tapi yang paling luar biasa adalah peran aktif masyarakat. Lahan yang mereka berikan jadi pondasi awal terwujudnya akses jalan ini,” jelas Letkol Rayner.
Pembangunan jalan ditargetkan rampung pada 3 Juni 2025, dengan serah terima hasil pekerjaan ke pemerintah desa dilakukan sebelum penutupan resmi TMMD pada 4 Juni 2025. Jalan ini nantinya akan menjadi akses vital yang menghubungkan kawasan terisolasi dengan pusat aktivitas masyarakat.
TMMD di Ombulodata bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat dan kuat bila dijalankan bersama. Di sinilah TNI dan rakyat berpadu, mewujudkan kemajuan dengan semangat tanpa pamrih.
