Hal ini diungkapkan oleh seorang tokoh masyarakat setempat, yang enggan disebut namanya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku baru pertama kali menyaksikan pembangunan berjalan begitu cepat, rapi, dan penuh semangat kebersamaan.
“Sudah bertahun-tahun kami impikan jalan ini. Dulu kami hanya bisa berharap. Sekarang harapan itu datang lewat TMMD,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran TNI bukan hanya memberi solusi atas kebutuhan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di kalangan warga. Banyak masyarakat yang dengan sukarela ikut bekerja, bahkan menghibahkan lahan pribadi tanpa meminta ganti rugi.
“Kalau kami harus tunggu anggaran desa atau kabupaten, entah kapan bisa jadi. Tapi lewat TMMD, kami tidak hanya dapat jalan, kami dapat harapan,” lanjutnya.
Pembangunan jalan tersebut dibiayai dari anggaran gabungan TNI dan Pemda sebesar Rp1,3 miliar. Namun, Dansatgas TMMD 124, Letkol Inf Rayner D.R. Wajong, menekankan bahwa kunci sukses kegiatan ini justru terletak pada peran aktif masyarakat.
“Nilai swadaya dari masyarakat, terutama dalam bentuk lahan yang diberikan, jika dihitung bisa mencapai Rp400 juta. Ini menunjukkan bahwa masyarakat percaya dan merasa memiliki program ini,” jelas Letkol Rayner dalam pemaparannya kepada Tim Wasev TMMD.
Kegiatan TMMD 124 ini turut diawasi oleh Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) yang dipimpin Marsda TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M., Aspotdirga Kasau. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama harmonis antara TNI dan warga.
“Desa ini memberi kita pelajaran penting: bahwa pembangunan akan berhasil jika rakyat dan TNI berjalan bersama. Kami sangat menghargai ketulusan masyarakat Ombulodata,” ujar Marsda Palito saat kunjungan lapangan, Rabu (14/5/2025).
Target pekerjaan ditetapkan selesai pada 3 Juni 2025, dengan penutupan TMMD direncanakan pada 4 Juni 2025. Jalan yang sedang dibangun diharapkan menjadi akses vital untuk ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar masyarakat.
TMMD 124 bukan sekadar pembangunan jalan. Ia membuka peluang, menyatukan tekad, dan menumbuhkan kembali keyakinan bahwa desa seperti Ombulodata juga layak mendapatkan kemajuan. Sebagaimana harapan yang disampaikan sang tokoh: “Kami mungkin desa kecil, tapi dengan jalan ini, mimpi kami jadi besar.” (BYP)
