Dalam berbagai kesempatan turun langsung ke lokasi kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), Letkol Rayner tampak begitu akrab dengan para personel Satgas maupun masyarakat setempat. Tak ada kesan eksklusif sebagai seorang perwira menengah TNI. Ia hadir, menyatu, dan membaur bersama rakyat serta pasukannya.
“Semangat kebersamaan inilah yang menjadi roh dari program TMMD. Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Letkol Rayner di sela-sela kegiatan peninjauan pembangunan infrastruktur di salah satu desa sasaran TMMD.
Warga pun menyambut baik pendekatan yang dilakukan Dansatgas TMMD. Mereka merasa dihargai dan didengar, sehingga partisipasi mereka dalam mendukung program-program TNI pun tumbuh dengan sukarela dan penuh antusias.
Salah satu tokoh masyarakat yang turut hadir mengatakan, “Pak Dandim orangnya rendah hati. Beliau selalu turun langsung, ngobrol dengan warga tanpa canggung. Kami merasa dekat, seakan tidak ada jarak.”
TMMD ke-124 di Gorontalo Utara sendiri menyasar berbagai program pembangunan fisik seperti peningkatan jalan desa, renovasi rumah warga, hingga pembangunan fasilitas umum, serta kegiatan non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kepemimpinan Letkol Rayner yang bersahaja dan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan menjadi contoh bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan, terutama di wilayah terpencil.
Melalui TMMD ini, semangat gotong royong tidak hanya terjaga, tetapi diperkuat. TNI tidak lagi dipandang sekadar institusi pertahanan, melainkan juga sebagai bagian dari kehidupan rakyat yang siap hadir dan membantu kapan pun dibutuhkan. (BYP)
