Dengan progres pembangunan telah mencapai 90 persen, rumah sederhana yang dulunya lapuk kini menjelma menjadi tempat tinggal yang layak—sebuah simbol dari kerja kolektif antara personel TNI dan masyarakat. Di lokasi, para prajurit Satgas TMMD bersama warga setempat terlihat kompak melanjutkan pekerjaan: memasang seng di atap, mengecat dinding bagian dalam, dan saling bahu-membahu tanpa sekat.
Komandan Kodim 1314/Gorut, Letkol Inf Rayner Denny Rudolf Wajong, menekankan bahwa pembangunan fisik hanyalah satu bagian kecil dari misi besar TMMD. “Yang lebih penting adalah bagaimana TMMD menumbuhkan kembali semangat gotong royong, mempererat solidaritas antara TNI dan rakyat. Ini tentang membangun rumah, sekaligus membangun harapan dan solidaritas sosial,” ungkapnya.
Dalam program TMMD ke-124 ini, Kodim 1314/Gorut menargetkan rehabilitasi tiga unit RTLH. Satu unit telah selesai, sementara dua lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Setiap rumah yang dibangun tak hanya membawa perubahan fisik, tapi juga menyentuh sisi emosional pemiliknya.
Bapak Abdullah Rukmin, penerima bantuan, tak mampu menahan air mata saat menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya tidak pernah membayangkan rumah saya akan sebagus ini. Terima kasih kepada Bapak-bapak TNI dan semua yang terlibat. Ini adalah berkah luar biasa bagi keluarga kami,” katanya dengan suara terbata.
Lebih dari sekadar program pembangunan, TMMD telah menjadi wadah penguatan nilai-nilai luhur bangsa—seperti kepedulian, gotong royong, dan rasa saling memiliki. Di tengah berbagai tantangan zaman, inisiatif seperti ini menjadi pengingat bahwa Indonesia kuat karena rakyat dan tentaranya bersatu.
Penyelesaian rumah Abdullah Rukmin diharapkan dapat memberi inspirasi bagi desa-desa lain di Gorontalo Utara, sekaligus mempertegas komitmen TNI dalam ikut serta membangun kesejahteraan dari akar rumput. TMMD bukan hanya membangun desa—tapi juga membangun masa depan. (***)
