Ratusan warga dari berbagai latar belakang tumpah ruah memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan. Ini bukan sekadar pemeriksaan umum biasa; Polda Gorontalo menyediakan layanan komprehensif yang menyentuh berbagai lapisan kebutuhan masyarakat. Mulai dari operasi katarak yang mampu mengembalikan penglihatan, operasi bibir sumbing yang memberikan harapan baru bagi anak-anak, khitanan massal yang meringankan beban keluarga, hingga pelayanan KB dan donor darah yang vital bagi kesehatan reproduksi dan ketersediaan stok darah. Keragaman layanan ini mencerminkan pemahaman mendalam Polri akan urgensi masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat Gorontalo.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. R. Eko Wahyu Prasetyo, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari “Polri untuk masyarakat” dan menjadi jembatan antara institusi kepolisian dengan rakyat. “Bakti kesehatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam hal penegakan hukum, tetapi juga dalam aspek pelayanan kemanusiaan,” ujar Kapolda. Pernyataan ini menegaskan pergeseran paradigma Polri yang semakin humanis dan responsif terhadap kebutuhan sosial.
Kegiatan ini secara gamblang menunjukkan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya perayaan internal korps, melainkan momentum bagi Polri untuk merefleksikan dan mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada bangsa. Dengan membuka pintu layanan kesehatan untuk umum, Polda Gorontalo tidak hanya memberikan akses medis, tetapi juga membangun kepercayaan dan citra positif di mata masyarakat.
Selain bakti kesehatan, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 juga akan diramaikan dengan bakti religi dan kegiatan olahraga bersama masyarakat. Ini adalah langkah strategis Polri untuk merangkul seluruh elemen masyarakat melalui berbagai dimensi kegiatan, memperkuat ikatan emosional, dan menunjukkan bahwa Polri adalah bagian tak terpisahkan dari komunitas.
Inisiatif-inisiatif seperti Bakti Kesehatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain, menginspirasi lebih banyak kegiatan serupa, dan secara konsisten menempatkan Polri sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan dan pembangunan sosial. Ini bukan hanya tentang merayakan ulang tahun, tetapi tentang merajut kebersamaan dan mengukir manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (***)
