Anggota Komisi I DPRD Gorut, Hendra Nurdin, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas olahraga dan ruang terbuka hijau di desa bukan sekadar soal menyediakan tempat bermain, melainkan investasi jangka panjang dalam pengembangan masyarakat dan sektor pariwisata lokal.
“Kami mendukung penuh, bahkan menyiapkan rekomendasi resmi kepada Pemda agar inisiatif ini mendapat perhatian serius. Ini bukan hanya soal olahraga, tapi peluang ekonomi berbasis wisata juga ada di sana,” kata Hendra.
Ia menilai, Bulontio Timur yang merupakan ibu kota Kecamatan Sumalata, sangat strategis untuk dijadikan kawasan percontohan desa wisata berbasis olahraga. Keindahan alam dan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga menjadi modal penting dalam mendorong kawasan ini menjadi magnet baru bagi wisata lokal.
Dari Lapangan Bola Menuju Destinasi Wisata Desa
Kepala Desa Bulontio Timur, Nurdin Loanga, menjelaskan bahwa desanya telah berdiri selama 60 tahun namun belum memiliki fasilitas publik yang layak untuk aktivitas masyarakat, termasuk olahraga dan rekreasi.
“Warga kami punya semangat olahraga, tapi tempatnya tidak ada. Kami ingin membangun lapangan sepak bola dan ruang terbuka hijau yang juga bisa jadi tempat kegiatan desa, festival budaya, dan daya tarik wisata,” jelas Nurdin.
Ia berharap, kehadiran ruang publik multifungsi tersebut dapat membuka ruang bagi agenda-agenda kreatif desa, mulai dari turnamen antarwilayah hingga festival kuliner lokal dan pameran UMKM.
Peluang Ekonomi dari Sport Tourism Desa
Gagasan ini sejalan dengan tren wisata alternatif yang sedang berkembang, yaitu sport tourism — bentuk pariwisata yang menggabungkan aktivitas olahraga dan pengalaman wisata. Desa-desa seperti Bulontio Timur memiliki potensi untuk mengembangkan model ini, dengan menyelenggarakan event olahraga lokal yang bisa menarik pengunjung dari kecamatan lain atau bahkan wisatawan domestik.
Hendra Nurdin menambahkan bahwa Komisi I DPRD siap mengawal proses ini, termasuk memfasilitasi pertemuan lintas sektor dengan Dinas Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk mendesain program pengembangan wisata desa yang terintegrasi.
“Kami ingin gagasan ini tidak berhenti di niat baik saja. Butuh kerja sama semua pihak agar Bulontio Timur bisa menjadi desa pelopor dalam mengembangkan wisata olahraga dan ruang terbuka hijau,” tutup Hendra. (BYP)
