Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara institusi keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat tani. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., Kasubdit Paminal Polda Gorontalo AKBP Didik Sulaiman, S.I.K., M.H., perwakilan Dinas Pertanian, Bhayangkari Cabang Pohuwato, Camat Patilanggio, Kapolsek Patilanggio, serta Kepala Desa Dulomo bersama para petani.
Di atas lahan seluas 1,5 hektare, penanaman bibit jagung jenis NK Sumo sebanyak 22,5 kilogram dilakukan secara gotong royong oleh unsur kepolisian dan masyarakat. Prosesi penanaman dipimpin langsung oleh AKBP Busroni dan AKBP Didik Sulaiman sebagai bentuk keteladanan dan semangat kebersamaan dalam membangun kemandirian pangan daerah.
Kapolres Pohuwato menegaskan, “Penanaman jagung serentak ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari strategi Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pangan yang stabil adalah fondasi dari keamanan yang kokoh.”
Menurutnya, keterlibatan aktif aparat kepolisian dalam program ketahanan pangan menegaskan bahwa keamanan nasional tidak hanya terbatas pada pengendalian konflik dan hukum, tetapi juga mencakup dimensi sosial-ekonomi, termasuk stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.
Program ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi rakyat. Kehadiran Polri bersama elemen masyarakat dalam proses produksi pangan diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain agar turut mengembangkan inisiatif serupa.
Dengan pola pendekatan yang humanis dan partisipatif, Polri menunjukkan bahwa stabilitas dan kesejahteraan masyarakat dapat dibangun tidak hanya dari atas menara komando, tetapi juga dari ladang-ladang harapan seperti di Dulomo hari ini. (***)
