“Kami Ingin Disambut Senyum, Bukan Wajah Lelah”, Harapan Warga Saat Bupati Thariq Dorong RSUD ZUS Bertransformasi

(Foto: Er)

Gorontalo Utara — Di ruang tunggu RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS), seorang ibu muda bernama Nur (32) duduk sambil mengelus kepala anaknya yang demam. Matanya sesekali menatap pintu ruang periksa dengan harap-harap cemas. “Kami hanya ingin dilayani cepat, ramah, dan tulus. Saat sakit, hati orang tua itu sangat rapuh,” katanya lirih.

Harapan seperti inilah yang ingin dijawab oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu. Dalam pembinaan dan pengarahan kepada jajaran Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD ZUS, ia menegaskan bahwa rumah sakit harus menjadi tempat yang memberi rasa aman, bukan sekadar fasilitas kesehatan.

Bupati Thariq memaparkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong transformasi rumah sakit. Fokusnya meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan empati tinggi, perbaikan pelayanan agar lebih humanis, pemenuhan alat kesehatan (alkes) yang modern, peningkatan sarana prasarana (sarpras) yang nyaman, serta penguatan pendapatan dan anggaran yang dikelola dengan regulasi yang tepat.

“Rumah sakit ini bukan hanya gedung dan peralatan. Ini adalah tempat di mana nyawa dan harapan dipertaruhkan. Maka, kualitas pelayanan harus sejalan dengan rasa kepedulian,” tegas Thariq.

Arahan ini disambut serius oleh Direktur RSUD Zainal Umar Sidiki, dr. Mohamad Ardiansyah. Ia memastikan seluruh jajaran siap bergerak cepat untuk melaksanakan pembenahan. “Kami ingin pasien merasa disambut dengan senyum, bukan wajah lelah. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi pengabdian untuk masyarakat,” ucapnya.

Bagi warga seperti Nur, perubahan ini menjadi titik terang. Mereka berharap RSUD ZUS kelak bukan hanya dikenal karena kelengkapan alat medisnya, tetapi juga karena keramahan dan perhatian yang membuat pasien merasa seperti di rumah sendiri. (BYP)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version