Debu tersebut menimbulkan bau menyengat dan membuat warga sesak napas. Kondisi ini disebut sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada penanganan serius dari pihak perusahaan.
“Debu batu bara sering masuk ke dalam rumah warga. Baunya sangat menyengat. Apalagi jarak antara pemukiman dengan jetty bongkar muat itu sangat dekat,” ujar salah satu warga berinisial Ali Bagio kepada wartawan, Jumat (22/08/2025).
Ali bagio mengaku jengkel karena perusahaan seolah membiarkan pencemaran tersebut terus terjadi. “Ini sudah lama, tapi tidak ada tindak lanjut dari PT Semen Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi awak media kepada pihak Semen Indonesia melalui Cek Bina Lingkungan, Suhadak, hingga berita ini diterbitkan belum mendapat respons.
Awak media berencana akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti laporan warga terkait pencemaran debu batu bara ini.
